Berita

park geun hye dan raja salman/net

Dunia

Korsel Siapkan Pembangunan Reaktor Nuklir di Arab Saudi

RABU, 04 MARET 2015 | 10:25 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Presiden Korea Selatan Park Geun Hye dan Raja Arab Saudi, Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud sepakat untuk bekerjasama dalam proyek pembangunan lebih dari dua rekator nuklir ukuran kecil dan menangah di negara Teluk.

Kesepakatan itu dibuat dalam pertemuan keduanya di Riyadh pada Selasa (3/3).

Proyek pengembangan reaktor SMART dan komersialisasi teknologi dalam rangka bersama-sama measuki pasar global itu sendiri diperkirakan akan menelan dana sekitar 2 miliar dolar AS. Reaktor SMART, yang dirancang oleh Korea Atomic Energy Research Institute, dikembangkan untuk menargetkan negara-negara Timur Tengah karena menghasilkan tenaga listrik dan juga desalinates air laut.


Berdasarkan perjanjian tersebut, kedua negara ditetapkan untuk melakukan kajian awal selama tiga tahun pada 2018 untuk meninjau kelayakan membangun reaktor SMART di Arab Saudi.

"Kesepakatan ini diharapkan dapat membuka peluang bagi perusahaan-perusahaan Korea Selatan untuk berpartisipasi dalam proyek reaktor nuklir Arab Saudi," kata sekretaris senior pemerintahan Park Geun Hye, An Chong-bum seperti dimuat AsiaOne.
 
Dalam lawatan resmi Park ke Arab Saudi itu, selain isu energi atom, ia juga membahas sejumlah isu lainnya dengan Raja Salman demi meningkatkan hubungan baik kedua negara. Di antara isu-isu yang dibahas adalah soal kerjasama di bidang energi, ekonomi kreatif, investasi, jasa medis, dan teknologi informasi.

Kedua pimpinan negara itu juga bertukar pandangan soal masalah keamanan global dan sepakat untuk bekerjasama membawa perdamaian di Semenanjung Korea dan Timur Tengah. Perlu diketahui, Arab Saudi adalah sekutu Korea Selatan yang tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Korea Utara.

Arab Saudi merupakan negara kedua yang dia sambangi dalam rangkaian turnya ke Timur Tengah kali ini setelah sebelumnya Park menghabiskan empat hari di Kuwait. Dalam agendanya, Park masih akan mengunjungi Unie EMirat Arab dan Qatar. [mel]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Keterlambatan Klarifikasi Eggi Sudjana Memicu Fitnah Publik

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:10

DPRD DKI Sahkan Dua Ranperda

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:05

Tak Ada Kompromi dengan Jokowi Sebelum Ijazah Palsu Terbongkar

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:37

Pernyataan Oegroseno soal Ijazah Jokowi Bukan Keterangan Sembarangan

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:22

Bongkar Tiang Monorel

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:00

Gus Yaqut, dari Sinar Gemilang hingga Berlabel Tersangka

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:44

IPC Terminal Peti Kemas Bukukan Kinerja 3,6 Juta TEUs

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:34

Jokowi vs Anies: Operasi Pengalihan Isu, Politik Penghancuran Karakter, dan Kebuntuan Narasi Ijazah

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:03

Eggi Sudjana dan Jokowi Saling Puji Hebat

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:41

Ketidakpastian Hukum di Sektor Energi Jadi Ancaman Nyata bagi Keuangan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:39

Selengkapnya