Berita

Hukum

KPK Di Tangan Ruki Melempem dan Lesu Darah

SELASA, 03 MARET 2015 | 21:53 WIB | LAPORAN:

. Pakar hukum Universitas Trisakti Yenti Garnasih terkejut dengan pernyataan pelaksana tugas ketua KPK, Taufiqurrahman Ruki yang mengaku kalah dalam kasus dugaan gratifikasi Komjen Budi Gunawan.

"Saya nggak nyangka KPK bisa menyerah secepat itu,” kata Yenti saat dikontak redaksi, Selasa (3/3) malam.

Maksud dari menyerah itu adalah KPK tak menangani lagi kasus BG dan melimpahkannya ke Kejaksaan Agung. langkah itu dinilai kurang tepat oleh Yenti. Apalagi, KPK masih menjadi tumpuan publik dalam pemberantasan korupsi. Disisi lain, publik juga diyakininya sangat kecewa mendengar ucapan menyerah dan kalah dari Ruki.


"Ini tidak membawa angin segar. Ucapan ini malah membingungkan publik. Banyak yang kecewa kenapa KPK kini jadi melempem dan lesu darah seperti itu,” terangnya.

Karena itu, Yenti bisa memaklumi jika ada rakyat yang khawatir pengakuan kalah bisa menjurus pada bubarnya KPK. Kekhawatiran seperti itu bisa dimaklumi. "Dengan sikap menyerah seperti ini, KPK-nya mungkin tetap ada, tapi penegakan hukumnnya jadi lemah. Kalau seperti itu, untuk apa masih ada KPK,” cetusnya.

Atas dasar itu, Yenti menyarankan untuk dilakukan evaluasi terhadap para pimpinan KPK, khususnya bagi pimpinan sementara. Semangat dan keberanian mereka harus digenjot, agar tidak mudah menyerah dan menyatakan kalah dalam menangani kasus. Kita masih berharap KPK yang kuat, bukan KPK yang mengalah dalam mengatasi kasus,” tandasnya. [sam]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Siswa Sekolah Rakyat akan Dilatih 1.000 Taruna Akmil

Minggu, 05 Juli 2026 | 18:21

Jokowi Pilih Lampung sebagai Awal Safari karena Tanah Tak Bertuan

Minggu, 05 Juli 2026 | 17:41

OTT Bupati Langkat Temukan 55 Keping Platinum Senilai Rp40 Miliar Lebih

Minggu, 05 Juli 2026 | 17:16

Hampir 3.000 Orang Tewas, Venezuela Mulai Hentikan Operasi Pencarian Korban Gempa

Minggu, 05 Juli 2026 | 17:07

Komedian Narji Bikin Khitanan Massal PSI Diserbu Anak-Anak

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:52

Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei Absen di Pemakaman Ayahnya

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:26

Sudah Ada Perpres, Pakar: Promosi LGBT di Medsos Bisa Berujung Pengadilan

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:13

PM Singapura Dijadwalkan Bertemu Presiden Prabowo Besok

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:08

Pemerintah Perkuat Literasi Siber Antisipasi Ancaman AI dan Hoaks

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:01

Daftar Lengkap 16 Negara yang Lolos ke Babak 16 Besar

Minggu, 05 Juli 2026 | 15:55

Selengkapnya