Dewan Keamanan PBB mengecam aksi teror terbaru oleh kelompok militan ISIS di Irak yang menghancurkan artefak agama dan budaya peninggalan sejarah.
Dalam video terbarunya Kamis lalu (26/2), sejumlah militan ISIS menyerang patung Asyur kuno san sejumlah artefak lainnya yang diidentifikasi sebagai barang antik dari abad ke-7 sebelum masehi. Mereka menilai, artefak-artefak itu merupakan simbol penyembahan berhala dan harus dimusnahkan.
"Para anggota Dewan Keamanan mengutuk keras aksi teror biadab yang sedang berlangsung di Irak oleh ISIS," kata Dewan Keamanan PBB dalam sebuah pernyataan.
Dalam pernyataan yang sama disebutkan bahwa ulah ISIS haruslah segera dihentikan.
"(ISIS) juga menghancurkan dengan sengaja artefak agama dan budaya tak tergantikan yang disimpan di Museum Mosul dan pembakaran ribuan buku dan manuskrip langka dari Perpustakaan Mosul," masih kata pernyataan Dewan Keamanan PBB seperti dimuat
Reuters.
Sebelumnya, awal bulan ini Dewan Keamanan PBB telah melarang semua perdagangan barang antik dari Suriah dan Irak. hal itu merupakan salah satu upaya penghentian aliran dana bagi ISIS.
Belum jelas berapa banyak yang ISIS peroleh dari penjualan barang antik. Namun sejumlah diplomat memperkirakan bahwa jumlah tersebut amat signifikan.
Kepala budaya, pendidikan dan ilmu pengetahuan badan PBB UNESCO, Irina Bokova, juga mengutuk penghancuran artefak di Museum Mosul.
"Saya mengutuk ini sebagai serangan yang disengaja terhadap sejarah dan budaya milenium Irak," tegasnya.
[mel]