Berita

P-8A Poseidon/net

Dunia

Tiga Minggu, Pesawat Mata-mata Tercanggih AS Terbang di Laut China Selatan

JUMAT, 27 FEBRUARI 2015 | 18:57 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Amerika Serikat mengklaim telah menerbangkan pesawat mata-mata tercanggih miliknya di wilayah Filipina untuk melakukan misi pengintaian di atas Laut China Selatan selama tiga minggu terakhir.

Pesawat P-8A Poseidon itu telah dikerahkan di wilayah Filipina hingga pekan lalu dengan total lebih dari 180 jam penerbangan di atas Laut China Selatan.

"Ini adalah kesempatan yang luar biasa untuk bekerja bersama para anggota angkatan bersenjata Filipina," kata Letnan Angkatan Laut Amerika Serikat, Matthew Pool seperti dimuat Press TV (Jumat, 27/2).


"Berbagi kemampuan pesawat ini dengan sekutu kami akan memperkuat ikatan kami," tambahnya.

Sementara itu menurut juru bicara militer Filipina, Restituto Padilla, ini adalah kesempatan pertama di mana pesawat mata-mata Amerika Serikat dikerahkan dari Filipina.

Perlu diketahui, Angkatan Laut Amerika Serikat sebelumnya juga pernah mengerahkan P-3C Orions seri lama dari basis Filipina sejak 2012 di bawah perjanjian keamanan bilateral.

"Kami berharap, lebih banyak pesawat mata-mata bisa dikerahkan di Filipina," tutur Padilla.

Perlu diketahui, Laut China Selatan merupakan wilayah yang disengketakan oleh sejumlah negara. Tiongkok sendiri mengklaim memiliki wilayah itu secara keseluruhan, namun negara-negara lain seperti Filipina, Jepang, Vietnam, Taiwan, Malaysia dan Brunei Darussalam juga mengklaim punya bagian dalam wilayah tersebut.

Tiongkok sendiri telah lama menuding Amerika Serikat ikut campur dan memperkeruh sengketa Laut China Selatan. [mel]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Keterlambatan Klarifikasi Eggi Sudjana Memicu Fitnah Publik

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:10

DPRD DKI Sahkan Dua Ranperda

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:05

Tak Ada Kompromi dengan Jokowi Sebelum Ijazah Palsu Terbongkar

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:37

Pernyataan Oegroseno soal Ijazah Jokowi Bukan Keterangan Sembarangan

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:22

Bongkar Tiang Monorel

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:00

Gus Yaqut, dari Sinar Gemilang hingga Berlabel Tersangka

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:44

IPC Terminal Peti Kemas Bukukan Kinerja 3,6 Juta TEUs

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:34

Jokowi vs Anies: Operasi Pengalihan Isu, Politik Penghancuran Karakter, dan Kebuntuan Narasi Ijazah

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:03

Eggi Sudjana dan Jokowi Saling Puji Hebat

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:41

Ketidakpastian Hukum di Sektor Energi Jadi Ancaman Nyata bagi Keuangan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:39

Selengkapnya