Berita

john jihad/net

Dunia

Peneliti: John Jihad Buah Kebijakan Inggris

JUMAT, 27 FEBRUARI 2015 | 13:04 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Munculnya sosok John Jihad yang menjadi eksekutor kelompok militan ISIS merupakan buah dari kebijakan pemerintah Inggris yang tidak tepat.

Begitu kata direktur peneliti dari grup advokasi CAGE yang berbasis di London, Asim Qureshi pada Kamis (26/2). Ia menyalahkan pemerintah Inggris karena meradikalisasi pemuda Muslim Inggris melalui kebijakan yang mengotorisasi tindakan ekstrim terhadap pemuda. Menurutnya, kebijakan itu justru mengasingkan pemuda Muslim Inggris.

"Ketika kita memperlakukan orang seolah-olah mereka adalah orang luar, mereka pasti akan merasa seperti orang luar. Srategi keamanan nasional kita secara keseluruhan selama 13 tahun terakhir hanya meningkatkan keterasingan. Sebuah narasi ketidakadilan telah berakar," kata Qureshi seperti dimuat Press TV.


Perlu diketahui, John Jihad merupakan julukan yang diberikan kepada seorang eksekutor dan penyampai pesan ancaman dari kelompok militan ISIS.

Pernyataan Qureshi sendiri dikeluarkan menyusul terbongkarnya identitas asli John Jihad. Washington Post memuat bahwa sosok asli di balik masker John Jihad itu adalah Mohammed Emwazi, pria 27 tahun warga negara Inggris yang lahir di Kuwait.

Qureshi yang secara pribadi mengenal sosok Jihadi John itu juga telah membantu proses identifikasi.

Menurutnya, Emzawi telah mengkontak kelompok advokasinya pada tahun 2009. Saat itu Emzawi mengeluhkan soal cara intelijen Inggris memperlakukannya atas kecurigaan bahwa ia telah berusaha untuk bergabung dengan militan al-Shabaab di Somalia selama salah satu perjalanan ke Afrika.

Kata Qureshi, pada tahun 2010, Emwazi mengatakan kepada kelompok advokasi bahwa badan intelijen Inggris telah mencegah dia untuk kembali ke Kuwait, di mana ia berencana untuk mencari pekerjaan dan menikah. Pada saat itu, Emwazi menyebut bahwa dirinya merasa seperti tahanan yang terkurung di Inggris, padahal dirinya memiliki rencana di Kuwait.

Menyusul laporan itu, Emwazi kemudian dilaporkan menghilang oleh keluarganya. Hingga akhirnya apda tahun 2014 ia muncul dalam video pemenggalan ISIS. [mel]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Keterlambatan Klarifikasi Eggi Sudjana Memicu Fitnah Publik

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:10

DPRD DKI Sahkan Dua Ranperda

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:05

Tak Ada Kompromi dengan Jokowi Sebelum Ijazah Palsu Terbongkar

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:37

Pernyataan Oegroseno soal Ijazah Jokowi Bukan Keterangan Sembarangan

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:22

Bongkar Tiang Monorel

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:00

Gus Yaqut, dari Sinar Gemilang hingga Berlabel Tersangka

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:44

IPC Terminal Peti Kemas Bukukan Kinerja 3,6 Juta TEUs

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:34

Jokowi vs Anies: Operasi Pengalihan Isu, Politik Penghancuran Karakter, dan Kebuntuan Narasi Ijazah

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:03

Eggi Sudjana dan Jokowi Saling Puji Hebat

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:41

Ketidakpastian Hukum di Sektor Energi Jadi Ancaman Nyata bagi Keuangan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:39

Selengkapnya