Berita

jihadi john/net

Dunia

Inilah John Jihad Si Jagal ISIS

JUMAT, 27 FEBRUARI 2015 | 05:37 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Identitas militan ISIS yang kerap muncul sebagai eksekutor dalam video pemenggalan sandera mulai terungkap.

Militan yang fasih berbicara bahasa Inggris dengan logat British itu oleh pihak Barat dan media Barat dijulihi Jihadi John atau John Jihad. John adalah nickname untuk seseorang yang jatidirinya tidak dikenal pasti. 

John Jihad disinyalir adalah Mohammed Emzawi, 27 tahun, asal London.


Dalam sejumlah video eksekusi, Emzawi kerap menutupi tubuhnya dengan pakaian serba hitam dan membungkus wajahnya dengan penutup warna hitam. Hanya bagian matanya yang terlihat.

Sebuah artikel yang dimuat Washington Post pada Kamis (26/2), menyebut Emzawi dibesarkan oleh keluarga kaya di pinggir kota London barat. Pihak University of Westminster menyebut bahwa Emzawi pernah mengenyam pendidikan di kampus itu hingga meraih gelar di pemograman komputer.

Ia diketahui pertama kali menjadi sorotan setelah muncul pada video eksekusi seorang wartawan Amerika Serikat yakni James Foley. Dalam video itu ia menyampaikan pesan ancaman kepada Amerika Serikat sebelum memenggal kepala Foley.

Sejak saat itu agen rahsia FBI meluncurkan perburuan internasional mengenai identitas militan tersebut.

Kematian Foley bukanlah yang terakhir. Setelah itu bermunculan sejumlah video eksekusi terhadap jurnalis atau pekerja sosial yang juga menampilkan Emzawi sebagai tokoh eksekutor.

Independent memberitakan, julukan John Jihad sendiri muncul berdasarkan pengakuan dari seorang  tahanan ISIS yang selamat. Ia menyebut pria eksekutor itu kerap dipanggil dengan sebutan John.

Dalam laporan yang sama disebutkan bahwa Emzawi merupakan salah satu miliitan ISIS yang disegani dan merupakan satu dari trio pria Inggris yang kabarnya memegang sandera Eropa dan Amerika Serikat.

Ia pun disebut-sebut sebagai anggota terkemuka di kam-kamp pelatihan militan baru di Raqqa. [ald]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Keterlambatan Klarifikasi Eggi Sudjana Memicu Fitnah Publik

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:10

DPRD DKI Sahkan Dua Ranperda

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:05

Tak Ada Kompromi dengan Jokowi Sebelum Ijazah Palsu Terbongkar

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:37

Pernyataan Oegroseno soal Ijazah Jokowi Bukan Keterangan Sembarangan

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:22

Bongkar Tiang Monorel

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:00

Gus Yaqut, dari Sinar Gemilang hingga Berlabel Tersangka

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:44

IPC Terminal Peti Kemas Bukukan Kinerja 3,6 Juta TEUs

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:34

Jokowi vs Anies: Operasi Pengalihan Isu, Politik Penghancuran Karakter, dan Kebuntuan Narasi Ijazah

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:03

Eggi Sudjana dan Jokowi Saling Puji Hebat

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:41

Ketidakpastian Hukum di Sektor Energi Jadi Ancaman Nyata bagi Keuangan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:39

Selengkapnya