Berita

ilustrasi/net

Hukum

FKPPI: LSM dan Aktivis HAM Jangan Bela Pengedar Narkoba

JUMAT, 27 FEBRUARI 2015 | 00:59 WIB | LAPORAN:

Pimpinan Generasi Muda (GM) Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra-Putri TNI/Polri (FKPPI) mendesak Pemerintah Australia segera meminta maaf kepada pemerintah Indonesia dan warga Aceh.

Permintaan maaf itu harus disampaikan karena pernyataan Perdana Menteri Australia Tonny Abbott telah melecehkan martabat bangsa Indonesia, dengan mengaitkan bantuan tsunami Aceh 2004 dengan permintaan membatalkan eksekusi mati dua warga negaranya oleh pemerintah RI.

Tidak hanya mendesak permintaan maaf Australia, menurut Ketua GM FKPPI Jakarta, Arif Wibowo, pihaknya juga menuntut Kejaksaan Agung tak gentar mengeksekusi mati dua terpidana kasus narkotika asal Australia yang permohonan grasinya  sudah ditolak oleh Presiden Joko Widodo.


"Kami juga akan datangi kejaksaan untuk mendesak kejaksaan agar dengan segera mengeksekusi terpidana asal Australia. Ini kan sebetulnya sudah dari tahun kemarin. Kelihatannya kejaksaan juga mengulur-ulur waktu eksekusi," kata Arif kepada wartawan saat konferensi pers di Rumah Makan Daoen Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (26/2)

Lebih lanjut, Arif pun meminta agar Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) atau aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) yang menentang eksekusi mati, tak lagi merecoki sistem hukum yang berlaku di Tanah Air.

"Jangan bela pengedar narkoba, karena Indonesia sudah darurat narkoba. Banyak generasi muda kita rusak karena obat-obatan haram itu. Narkoba sudah bikin generasi muda semakin kehilangan kejujuran. Nawa cita (program presiden) juga tak akan terwujud kalau anak mudanya pada teler dan yang tua korup," demikian Arif. [ald]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Siswa Sekolah Rakyat akan Dilatih 1.000 Taruna Akmil

Minggu, 05 Juli 2026 | 18:21

Jokowi Pilih Lampung sebagai Awal Safari karena Tanah Tak Bertuan

Minggu, 05 Juli 2026 | 17:41

OTT Bupati Langkat Temukan 55 Keping Platinum Senilai Rp40 Miliar Lebih

Minggu, 05 Juli 2026 | 17:16

Hampir 3.000 Orang Tewas, Venezuela Mulai Hentikan Operasi Pencarian Korban Gempa

Minggu, 05 Juli 2026 | 17:07

Komedian Narji Bikin Khitanan Massal PSI Diserbu Anak-Anak

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:52

Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei Absen di Pemakaman Ayahnya

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:26

Sudah Ada Perpres, Pakar: Promosi LGBT di Medsos Bisa Berujung Pengadilan

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:13

PM Singapura Dijadwalkan Bertemu Presiden Prabowo Besok

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:08

Pemerintah Perkuat Literasi Siber Antisipasi Ancaman AI dan Hoaks

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:01

Daftar Lengkap 16 Negara yang Lolos ke Babak 16 Besar

Minggu, 05 Juli 2026 | 15:55

Selengkapnya