Berita

dubes Yusron Ihza Mahendra/kbri

Dunia

5 Alasan Dubes Yusron Mengapa Jepang Perlu Tingkatkan Investasi di Indonesia

KAMIS, 26 FEBRUARI 2015 | 16:40 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Duta Besar Indonesia untuk Jepang Yusron Ihza Mahendra menyebut, setidaknya ada lima alasan mengapa pusat perekonomian industri terbesar Jepang, Chubu harus terus meningkatkan investasi dan hubungan dagang dengan Indonesia.

"Pertama adalah karena Indonesia merupakan satu diantara sedikit negara di Asia Pasifik yang mampu memadukan pertumbuhan ekonomi dengan stabilitas dan demokrasi," kata Dubes Yusron daat menjadi pembicara utama pada pertemuan Aichi-Nagoya Forum for International Network and Exchange (ANNIE).

Menurutnya, ketika hal tersebut, yakni pertumbuhan, stabilitas dan demokrasi, merupakan prasyarat bagi bisnis yang berkesinambungan.


Alasan selanjutnya, sambung Dubes Yusron, adalah mengingat jumlah kelas menengah Indonesia yang terus berkembang pesat.

"Menurut penelitian Boston Consulting Group, jumlah kelas menengah Indonesia akan terus tumbuh dari 90 juta jiwa saat ini menjadi 141 juta jiwa pada tahun 2020," jelasnya seperti rilis yang diterima redaksi (Kamis, 26/2).

Ia pun menambahkan bahwa dunia usaha Jepang perlu memanfaatkan keunggulan demografis tersebut.

Alasan Ketiga adalah karena Indonesia memiliki posisi strategis, kekayaan alam yang melimpah dan jumlah penduduk yang besar. Dengan demikian, Indonesia bisa memainkan peran ganda sebagai basis produksi bagi konsumsi domestik maupun pasar ekspor.

"70 persen dari investor Jepang di Indonesia menggunakan Indonesia tidak hanya sebagai basis konsumsi dalam negeri melainkan juga mengekspor produk yang dihasilkan," kata Dubes Yusron.

Alasan keempat adalah karena Indonesia telah menjadikan pembangunan infrastruktur dan energi sebagai prioritas pembangunan ke depan. Indonesia pun tidak mengabaikan masukan investor dan karenanya telah menjadikan pembangunan infrastruktur dan energi sebagai program prioritas.

Alsan terakhir adalah karena Indonesia memiliki pandangan yang sangat ramah terhadap Jepang.

"Berdasarkan survei BBC, 82 persen responden Indonesia memiliki pandangan positif atas Jepang. Ini merupakan angka tertinggi dari seluruh Negara yang disurvei," tandasnya.

Perlu diketahui, forum yang dihadiri Dubes Yusron itu diselenggarakan Pemerintah Prefektur Aichi bekerjasama dengan KADIN Nagoya dan Federasi Bisnis Chubu di Nagoya, tanggal 23 Februari 2015 lalu. Forum itu digelar dengan tujuan untuk memajukan kerjasama ekonomi yang saling menguntungkan antara negara-negara ASEAN dengan sektor swasta Jepang yang berbasis di wilayah Chubu Jepang. Di samping dihadiri Dubes Yusron, forum ini juga dihadiri pembicara dari negara-negara ASEAN lainnya. [mel]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Keterlambatan Klarifikasi Eggi Sudjana Memicu Fitnah Publik

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:10

DPRD DKI Sahkan Dua Ranperda

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:05

Tak Ada Kompromi dengan Jokowi Sebelum Ijazah Palsu Terbongkar

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:37

Pernyataan Oegroseno soal Ijazah Jokowi Bukan Keterangan Sembarangan

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:22

Bongkar Tiang Monorel

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:00

Gus Yaqut, dari Sinar Gemilang hingga Berlabel Tersangka

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:44

IPC Terminal Peti Kemas Bukukan Kinerja 3,6 Juta TEUs

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:34

Jokowi vs Anies: Operasi Pengalihan Isu, Politik Penghancuran Karakter, dan Kebuntuan Narasi Ijazah

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:03

Eggi Sudjana dan Jokowi Saling Puji Hebat

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:41

Ketidakpastian Hukum di Sektor Energi Jadi Ancaman Nyata bagi Keuangan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:39

Selengkapnya