Berita

ilustrasi/net

Komitmen pada CSV Bikin Nestle Kembali Raih SBA

KAMIS, 26 FEBRUARI 2015 | 07:15 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Nestle Creating Shared Value (CSV) kembali meraih penghargaan tahunan Sustainable Business Award (SBA) selama tiga tahun berturut-turut. Penghargaan SBA yang bergengsi ini merupakan bentuk apresiasi kepada perusahaan-perusahaan yang dinilai telah menjadi yang terdepan dalam praktik bisnis berkelanjutan dan telah berhasil menggabungkan prinsip tersebut ke dalam strategi jangka panjang bisnis mereka.

SBA, yang diselenggarakan di enam negara, memastikan para pemenangnya telah berhasil menunjukkan signifikansi dampak sosial dan lingkungan dari bisnis mereka, serta mengelola dampak tersebut secara sistematis. Dan dalam SBA Indonesia tahun ini, yang dihadiri oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla, mantan Presiden SBY, dan beberapa menteri dari Kabinet Kerja, Nestle Indonesia dinobatkan sebagai Category Winner-Supply Chain Management.

"Adalah komitmen pada CSV yang mengantarkan kami meraih SBA untuk ketiga kalinya. Konsep CSV memungkinkan perusahaan untuk menciptakan manfaat bagi masyarakat melalui tindakan yang turut membantu menghadapi masalah-masalah sosial dan lingkungan," kata Presiden Direktur Nestlé Indonesia Rashid Qureshi dalam acara penyerahan penghargaan SBA di Jakarta (25/2).


Hal ini menunjukkan bahwa sebenarnya, lanjut Rashid, mendorong pengembangan dan pemberdayaan masyarakat serta meraih keuntungan perusahaan merupakan dua hal yang sangat berkaitan. Pemahaman ini yang diharapakan dapat dimengerti oleh para pelaku bisnis.
 
Perusahaan-perusahan yang baru mulai mengintegrasikan konsep penciptaan manfaat bersama bagi masyarakat dalam strategi bisnis mereka kerap mempertanyakan bagaimana cara mengatasi tantangan-tantangan tersebut sambil tetap memastikan bahwa perusahaan dapat meraih hasil yang menguntungkan.

Di Nestle, jelasnya, praktik tersebut berakar pada pemahaman bahwa bisnis hanya dapat meraih sukses jangka panjang apabila masyarakat juga ikut menerima manfaatnya. Berangkat dari pemahaman tersebut, Nestle kemudian mencari peluang untuk menghubungkan kegiatan-kegiatan di sepanjang mata rantai usahanya dengan tindakan-tindakan yang dapat membantu mengatasi isu sosial dan lingkungan.

Selama lebih dari 30 tahun, misalnya, Nestle Indonesia telah menyediakan bantuan teknis dan finansial untuk para petani dan peternak susu, kopi dan cokelat agar mereka dapat menjalankan praktik pertanian yang berkelanjutan.

"Inisiatif ini dapat menjamin pasokan bahan baku yang kami butuhkan namun tetap dengan cara yang dapat meminimalkan dampak terhadap lingkungan. Pada saat yang sama, inisiatif tersebut juga meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil produksi para petani, menjaga keberlangsungan sumber pendapatan petani dan peternak serta meningkatkan kesejahteraan mereka," ungkapnya.

"Kami berharap perolehan SBA untuk ketiga kalinya ini dapat menunjukkan bagaimana lingkungan, masyarakat, ekonomi dan kinerja bisnis yang sehat dapat saling memperkuat satu sama lain dalam jangka panjang," demikian Rashid Qureshi. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Intervensi Jepang Runtuhkan Dominasi Dolar AS

Jumat, 01 Mei 2026 | 08:15

Saham Big Tech Bergerak Beragam, Alphabet dan Amazon Moncer

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:58

Mojtaba Khamenei: Tak Ada Tempat bagi AS di Teluk Persia

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:36

Harga Emas Melonjak setelah Jepang Intervensi Pasar Mata Uang

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:26

STOXX 600 Capai Level 611,28 Saat Sektor Industri Melesat di Atas 1 Persen

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:06

Diplomasi Raja Charles III terhadap ‘King’ Trump

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:57

Celios: Kita Menolak MBG Dijadikan Alat Politik

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:28

Keluarga, Buruh dan Prabowonomics

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:02

Pembatalan Unjuk Rasa May Day di DPR Dianggap Warganet ‘Sudah Cair’

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:39

Prabowo-Gibran Diselamatkan Beras

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:15

Selengkapnya