Berita

andi arief/net

Andi Arief: Hati-hati Hapus Program Raskin!

RABU, 25 FEBRUARI 2015 | 19:23 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Berdasarkan kajian Tim Universitas Sumatera Utara (USU), program beras miskin (Raskin) bukan hanya telah membantu rumah tangga miskin dalam memperkuat ketahanan pangannya, namun juga sekaligus menjaga stabilitas harga.

Demikian disampaikan mantan Staf Khusus Presiden SBY bintang Bantuan Sosial dan Benda, Andi Arief. Andi melanjutkan hasil kajian itu, bahwa Raskin juga telah mengurangi permintaan beras ke pasar oleh sekitar 15,5 juta sampai 18,5 juta jiwa.

"Dampak Raskin terhadap stabilisasi harga terlihat pada saat Raskin hanya diberikan kurang dari 12 bulan, seperti pada tahun 2006 yang cuma 11 bulan dan tahun 2007 yang cuma 10 bulan," ungkap Andi Arief dalam keterangan beberapa saat lalu (Rabu, 25/2).


Saat itu, ungkap Andi, harga beras akhir tahun 2006 dan awal 2007 serta akhir tahun 2007 dan awal 2008 meningkat tajam. Pada saat itulah, pemerintah melakukan Operasi Pasar Murni (OPM) dan Operasi Pasar Khusus dari Cadangan Beras Pemerintah (OPK-CBP).

"Apakah kenaikan harga ini karena Raskin belum dibagi? Bahkan akan dihapus oleh kabinet kerja dan diganti uang tunai? Sebagai catatan, awalnya program Beras ini hanya untuk darurat pada1998-2003, kemudian menjadi program unggulan untuk perlindungan sosial yang menjangkau 15,5 juta sampai 18,5 juta jiwa pada 2003-2014. Hati-hati menghapus program ini," tegas Andi Arief. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Intervensi Jepang Runtuhkan Dominasi Dolar AS

Jumat, 01 Mei 2026 | 08:15

Saham Big Tech Bergerak Beragam, Alphabet dan Amazon Moncer

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:58

Mojtaba Khamenei: Tak Ada Tempat bagi AS di Teluk Persia

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:36

Harga Emas Melonjak setelah Jepang Intervensi Pasar Mata Uang

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:26

STOXX 600 Capai Level 611,28 Saat Sektor Industri Melesat di Atas 1 Persen

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:06

Diplomasi Raja Charles III terhadap ‘King’ Trump

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:57

Celios: Kita Menolak MBG Dijadikan Alat Politik

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:28

Keluarga, Buruh dan Prabowonomics

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:02

Pembatalan Unjuk Rasa May Day di DPR Dianggap Warganet ‘Sudah Cair’

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:39

Prabowo-Gibran Diselamatkan Beras

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:15

Selengkapnya