Berita

Hukum

Ini Arahan Lengkap Presiden ke Ruki Cs

RABU, 25 FEBRUARI 2015 | 16:23 WIB | LAPORAN:

Plt Ketua KPK, Taufiqurrahman Ruki, Wakapolri Komjen Pol Badrodin Haiti dan Jaksa Agung, HM Prasetyo diberikan arahan oleh Presiden RI, Joko Widodo dalam pertemuan di Istana Merdeka, Jakarta, pagi tadi (Rabu, 25/2).

Dalam pertemuan itu, ketiga pimpinan diberikan arahan agar menghindari masalah-masalah di antara lembaga masing-masing. Menteri Sekretaris Negara, Pratikno juga hadir dalam pertemuan itu.

"Presiden mengatakan bahwa kejadian yang lalu jangan terulang lagi, disampaikan di hadapan kami bertiga, cuma ada sama sekretaris negara," jelas Ruki dalam konferensi pers di kantor KPK, Jakarta, sesaat lalu.


Presiden juga memerintahkan KPK, Polri, dan Kejaksaan untuk lebih meningkatkan konsolidasi dan bersinergi. Caranya, dibahas teknis oleh masing-masing instansi.

"Prinsipnya masyarakat harus mempercayai bukan hanya serius memberantas korupsi tapi betul-betul sangat serius," terang mantan anggota Kepolisian itu.

Presiden, kata dia, juga meminta para pimpinan untuk menghindari ‎ego sektoral diantara instansi penegak hukum. "Tampaknya beliau menilai ada ego sektoral. Presiden ingin ketiga penegak hukum dapat dipercaya oleh karena itu membangun image trust building perlu sekali kalau wibawa aparat hukum bagus maka wibawa negara akan baik," jelasnya.

Dilanjutkan Ruki, presiden tidak akan ikut-ikutan, apalagi mempengaruhi penegakkan hukum. Termasuk, yang dilakukan KPK.

"KPK adalah lembaga independen, intervensi tidak boleh terjadi kecuali kalau kepepet sekali, saya tidak tahu bagi presiden bagaimana prakteknya," jelasnya.

Berikutnya, presiden juga bilang, penegak hukum harus mendorong kinerja pemerintah bukan menghambat. Juga jangan menimbulkan rasa takut dari pemimpin darerah, pemimpin instansi. Sehingga membuat mereka ragu-ragu melangkah yang sebabkan penyerapan anggaran kurang.

"Dalam pemberantasan korupsi memprioritaskan pencegahan, kalau tidak bisa dicegah baru ditindak, itu yang disampaikan setelah saya menyampiakan tugas saya sebagai pelaksana tugas," tandasnya.[wid]    


Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Siswa Sekolah Rakyat akan Dilatih 1.000 Taruna Akmil

Minggu, 05 Juli 2026 | 18:21

Jokowi Pilih Lampung sebagai Awal Safari karena Tanah Tak Bertuan

Minggu, 05 Juli 2026 | 17:41

OTT Bupati Langkat Temukan 55 Keping Platinum Senilai Rp40 Miliar Lebih

Minggu, 05 Juli 2026 | 17:16

Hampir 3.000 Orang Tewas, Venezuela Mulai Hentikan Operasi Pencarian Korban Gempa

Minggu, 05 Juli 2026 | 17:07

Komedian Narji Bikin Khitanan Massal PSI Diserbu Anak-Anak

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:52

Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei Absen di Pemakaman Ayahnya

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:26

Sudah Ada Perpres, Pakar: Promosi LGBT di Medsos Bisa Berujung Pengadilan

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:13

PM Singapura Dijadwalkan Bertemu Presiden Prabowo Besok

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:08

Pemerintah Perkuat Literasi Siber Antisipasi Ancaman AI dan Hoaks

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:01

Daftar Lengkap 16 Negara yang Lolos ke Babak 16 Besar

Minggu, 05 Juli 2026 | 15:55

Selengkapnya