Berita

knpi/net

KNPI Harus Bentuk Mahkamah Organisasi untuk Selesaikan Konflik

SENIN, 23 FEBRUARI 2015 | 19:47 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Hingga saat ini, tubuh Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) masih berkonflik. Satu kubu menggelar Kongres di Jayapura dan satu kubu menggelar Kongres di Jakarta

Menurut Sekjen KNPI yang akan menggelar Kongres di Jakarta, Jailani Paranddy, bila hal ini dibiarkan dan dianggap sebagai dinamika biasa, maka besar kemungkinan KNPI akan sampai pada titik jenuh dinamika dan pecah permanen. Dan bila mau objektif, konflik  KNPI bukan terjadi tanpa alasan, melaikan karena dipicu oleh polarisasi kekuasaan dan distribusi peran yang tidak proporsional di KNPI dan kalangan alumninya.

"Betapa tidak sebagai organisasi pemuda yang beranggotakan tokoh-tokoh pemuda dan calon-calon pemimpin bangsa potensial, KNPI telah menjadi wadah berkumpul energi yang luar biasa besarnya, namun sayangnya struktur dan kelembagaan pendukung organisasi KNPI sudah tidak sanggup lagi mengakomodasi energi besar yang ada didalam dirinya," ungkap Jailani beberapa saat lalu (Senin, 23/2).


Energi besar yang tidak dikelola dengan bijak ini, lanjut Jailani, pada akhirnya menggerus KNPI dari dalam. Akibatnya lahir konflik perebutan sumber daya dan kekuasaan hingga berujung pada kudeta dan dualisme.

Menyikapi situasi ini, masih kata Jailandi, KNPI harus menyesuaikan diri dan kelembagaannya sesuai perkembangan zaman dan tuntutan yang ada di internal KNPI sendiri. Artinya KNPI harus mereorganisasi dirinya dan melahirkan wadah baru yang bisa menjadi wadah penyelesaian sengketa dan mengakomodir energi besar tersebut.

"KNPI setidaknya harus melahirkan dua wadah baru seperti Mahkamah Organisasi dan Korps Alumni KNPI, karena sesungguhnya sumber masalah besarnya bisa diminimalisir dan dikompromikan dengan hadirnya dua lembaga ini," saran Jailani, yang merupakan mantan Ketua PB HMI periode 2006-2008

Lewat Mahkamah Organisasi, Jailani yakin konflik-konflik dan sengketa organisasi bisa diselesaikan. Sementara wadah alumni, semacam Korps Alumni KNPI dibutuhkan untuk mengakomodir banyaknya alumni potensial saat ini, sebab MPI sudah tidak relevan lagi menampung energi besar alumni KNPI. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Intervensi Jepang Runtuhkan Dominasi Dolar AS

Jumat, 01 Mei 2026 | 08:15

Saham Big Tech Bergerak Beragam, Alphabet dan Amazon Moncer

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:58

Mojtaba Khamenei: Tak Ada Tempat bagi AS di Teluk Persia

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:36

Harga Emas Melonjak setelah Jepang Intervensi Pasar Mata Uang

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:26

STOXX 600 Capai Level 611,28 Saat Sektor Industri Melesat di Atas 1 Persen

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:06

Diplomasi Raja Charles III terhadap ‘King’ Trump

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:57

Celios: Kita Menolak MBG Dijadikan Alat Politik

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:28

Keluarga, Buruh dan Prabowonomics

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:02

Pembatalan Unjuk Rasa May Day di DPR Dianggap Warganet ‘Sudah Cair’

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:39

Prabowo-Gibran Diselamatkan Beras

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:15

Selengkapnya