Berita

puan maharani/net

Puan Maharani: Jangan Sampai NKRI Pecah

SENIN, 23 FEBRUARI 2015 | 15:59 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Tidak mungkin Indonesia punya masa depan kalau semua pihak, termasuk generasi muda, tidak bergotong royong membangun bangsa.

Demikian disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Puan Maharani, saat menjadi pembicara kunci dalam kuliah umum bertajuk "Menciptakan Sumber Daya Manusia yang Berbudaya dan Berwawasan Internasional", di Kantor PP Muhammadiyah, Jalan Menteng Raya, Jakarta (Senin, 23/2).

Dalam acara itu, Puan yang merupakan salah satu tokoh muda nasional memberikan semangat dan motivasi kepada peserta yang kebanyakan berlatarbelakang mahasiswa dan pemuda Muhammadiyah. Ia meminta generasi muda Indonesia dan secara khusus kaum muda Muhammadiyah untuk ikut terlibat membangun negeri.


"Kalau kita ingin menjadi pemimpin maka kita harus menjalankan setiap tugas yang diberikan sekuat tenaga, apa pun hasilnya. Saya selalu berusaha dan berjuang untuk menjadi dan mendapatkan sesuatu. Saya yakin adik-adik akan menjadi pemimpin masa depan," ujar Puan.

Oleh karena itu, kata Puan, generasi muda saat ini harus menyiapkan diri yang dimulai salah satunya dengan cara mengubah mental. Sebab, kata Puan, jati diri bangsa Indonesia saat ini mulai luruh. Kebanyakan warga, lanjut Puan, ragu-ragu menyatakan diri sebagai bangsa Indonesia.

Itu mengapa, kata Puan, revolusi mental yang digelorakan pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla saat ini begitu sangat penting. Tujuan Revolusi Mental adalah bagaimana nantinya manusia-manusia Indonesia berbudaya, bisa berkompetisi tidak hanya di indonesia, dan juga berdaya saing global.

Di samping itu, Puan juga mengajak generasi muda untuk belajar menghadapi perbedaan. Menurutnya, perbedaan jangan sampai menghancurkan bangsa Indonesia.

"Jangan sampai kita ini sepertinya musuhan. Semua bisa dilakukan secara musyarawah. Apa pun yang kita lakukan jangan sampai NKRI terpecah-pecah. Boleh kita berseberangan, berbeda, tapi ada konstitusi yang menyatukan bangsa ini," ujar Puan.

Secara khusus, Puan mengajak Muhammadiyah sebagai salah satu organisasi besar di Indonesia membantu pemerintah ikut serta membangun Republik Indonesia melalui sembilan program yang dikenal sebagai Nawa Cita. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Intervensi Jepang Runtuhkan Dominasi Dolar AS

Jumat, 01 Mei 2026 | 08:15

Saham Big Tech Bergerak Beragam, Alphabet dan Amazon Moncer

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:58

Mojtaba Khamenei: Tak Ada Tempat bagi AS di Teluk Persia

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:36

Harga Emas Melonjak setelah Jepang Intervensi Pasar Mata Uang

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:26

STOXX 600 Capai Level 611,28 Saat Sektor Industri Melesat di Atas 1 Persen

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:06

Diplomasi Raja Charles III terhadap ‘King’ Trump

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:57

Celios: Kita Menolak MBG Dijadikan Alat Politik

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:28

Keluarga, Buruh dan Prabowonomics

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:02

Pembatalan Unjuk Rasa May Day di DPR Dianggap Warganet ‘Sudah Cair’

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:39

Prabowo-Gibran Diselamatkan Beras

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:15

Selengkapnya