Berita

ilustrasi/net

Adhie M Massardi

Polri Tanpa Kepala

MINGGU, 22 FEBRUARI 2015 | 12:41 WIB | OLEH: ADHIE M. MASSARDI*

SEJAK Jenderal Polisi Sutarman secara sekonyong-konyong diberhentikan Presiden Joko Widodo pada Jumat, 16 Januari 2015, Kepolisian Negara Republik Indonesia secara resmi berjalan tanpa Kepala (Polri).

Pembatalan pelantikan Komjen Budi Gunawan sebagai Kapolri yang dilakukan secara sekonyong-konyong oleh Presiden Joko Widodo membuat nasib institusi penegak hukum yang penting bagi republik ini akan kian lama berjalan tanpa kepala.

Sebab meskipun Presiden Joko Widodo sudah menyebut nama Komjen Badrodin Haiti sebagai pengganti calon calon Kapolri (calon ditulis dua kali karena yang diganti adalah calon Kapolri BG dengan calon Kapolri BH - amm), belum ada kepastian apakah nanti semua itu bakal berjalan mulus.


Bukan saja DPR-RI yang masih reses nantinya mungkin akan mempertanyakan ihwal pergantian kandidat BG yang sudah disetujui mereka, tapi publik juga niscaya (sebentar lagi) bakal mempertanyakan ihwal integritas dan kredibilitas Komjen BH dan keluarganya. Apakah setali-tiga uang dengan Komjen BG?

Lalu dengan tanpa kepala” itu bagaimana ke depan nasib Bhayangkara Negara yang memiliki motto Melindungi, Mengayomi, dan Melayani Masyarakat” ini menjalankan tugas-tugas dan kewenangannya sesuai undang-undang? Wallahu a’lam bish-shawabi.

Maka beruntunglah rakyat Indonesia memiliki jajaran kepolisian dengan tradisi pengabdian kepada masyarakat yang tulus. Makanya, di tengah isu korupsi di tingkat elitenya, dan rongrongan kewibawaan yang masif terhadap institusinya, Kepolisian Nasional bisa tetap melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat.

Sehingga di pagi buta, di tengah terik matahari, juga di tengah malam, bahkan di tengah guyuran hujan dan di kawasan tergenang air hingga sebatas lutut, kita masih bisa menyaksikan polisi kita tetap menjalankan tugasnya, dengan penuh dedikasi dan ikhlas, sebagaimana kita saksikan baik langsung maupun via siaran televisi. [***]

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Jangkau Jutaan Rakyat, Pelaksanaan Program Prabowo Harus Terus Dijaga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:18

PT Timah Amankan Fasilitas Kredit Rp4 Triliun dari Bank Mandiri

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:10

Kadin Dukung Opsi Bahlil Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:00

Natalius Pigai: HAM Terus Lahir dalam Relasi Sosial di Desa dan Kampung

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:45

Api Gunung Lawu Belum Padam, 500 Hektare Lahan Terbakar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:39

OJK Salurkan Kredit Rp53 Triliun ke 2.100 Penerima dalam 3 Bulan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:29

Kabut Asap Makin Mengkhawatirkan, 333 Ribu Warga Terserang ISPA

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:08

Pengamat: Aksi Korporasi Haji Isam Akuisisi Saham BYAN Sejalan Konstitusi

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:04

KPK Dalami Keterlibatan Pejabat Kementerian PU dalam Kasus BBPJN Sumut

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:47

Semangat Sinergi untuk Keadilan Warnai Rangkaian Hari Bakti ke-2 Kemenko Kumham Imipas

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:41

Selengkapnya