Berita

ilustrasi

Dunia

Myanmar Ancam Tiongkok Jika Membantu Pemberontak Kokang

SABTU, 14 FEBRUARI 2015 | 09:38 WIB | LAPORAN: SHOFFA A FAJRIYAH

. Pertempuran sengit antara tentara dan pemberontak Myanmar
menyebabkan 47 orang tewas sejak 9 Februari lalu.

Media pemerintah Myanmar, Global New Light of Myanmar menyebut bahwa
bentrokan tersebut menandai kebangkitan dramatis konflik dengan pemberontak yang sebagian besar adalah etnis Tionghoa di wilayah Kokang, Negara Bagian Shan. Wilayah ini berbatasan langsung dengan Tiongkok.


"Pejuang Kokang, yang membawa senjata berat termasuk senapan mesin, berusaha menguasai wilayah Laukkai yang berjarak hanya beberapa kilometer dari perbatasan Tiongkok," begitu diberitakan Global New Light of Myanmar (Jumat, 13/2).

Menyikapi pertempuran ini, Menteri Informasi Myanmar Ye Htut telah menyalahkan pemimpin pemberontak lokal Kokang, Pheung Kya Shin, atas pertempuran yang terjadi.

Htut juga meminta kepada pemerintah Tiongkok untuk mengawasi setiap pejabat lokal yang membantu kelompok pemberontak Kokang untuk menguasai wilayahnya.

"Saya pikir pemerintah Tiongkok harus mengawasi tindakan pemerintah daerah jika mereka ingin menjaga niat baik dan persahabatan dengan Myanmar dan stabilitas di wilayah perbatasan," katanya kepada AFP. [zul]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Jasa Kiai Kampung

Minggu, 30 Agustus 2026 | 04:26

Waketum MUI Usul Gaji Guru Pesantren di Atas UMR

Minggu, 30 Agustus 2026 | 04:16

Jangan Takut Kritik Pemerintah

Minggu, 30 Agustus 2026 | 04:04

Saham BYAN Mencuat, IAW Ingatkan soal Pengawasan Regulator

Minggu, 30 Agustus 2026 | 03:20

Melawan Amplop di Muktamar NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 03:08

Program Streamlining Danantara Tak Boleh Identik dengan PHK

Minggu, 30 Agustus 2026 | 02:38

Investor Diajak Terlibat 37 Proyek Investasi Strategis di Jakarta

Minggu, 30 Agustus 2026 | 02:17

Budi Arie Tolak Cabut Analisis Pemilu sebelum 2029

Minggu, 30 Agustus 2026 | 02:02

Jangan Berhenti pada Janji 15 Desember

Minggu, 30 Agustus 2026 | 01:35

Pajak Diduga Bocor Rp5 Triliun, Purbaya Kantongi 40 Nama Perusahaan Baja

Minggu, 30 Agustus 2026 | 01:21

Selengkapnya