Berita

Jazuli Juwaini

Politik

PKS: Harga Mati, APBN-P 2015 untuk Kesejahteraan Rakyat

JUMAT, 13 FEBRUARI 2015 | 21:42 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) berharap pengesahaan Anggaran Pendapatan dan  Belanja Negara-Perubahan (APBN-P) tahun 2015 harus diikuti dengan kinerja dan kualitas eksekusi belanja negara yang lebih baik.

Hal ini disampaikan Ketua Fraksi PKS di DPR RI, Jazuli Juwaini. Ia tegaskan, alokasi belanja negara yang mencapai Rp 1.985,7 triliun harus benar-benar berdampak pada peningkatan kesejahteraan rakyat dan dapat mengurangi kemiskinan, pengangguran dan juga kesenjangan sosial.  

PKS, ujar Jazuli, meminta pemerintah bekerja keras dan bersungguh-sungguh mencapai sasaran pengurangan tingkat kemiskinan menjadi 10,3 persen, tingkat pengangguran 5,6 persen, perbaikan Gini Ratio (rasio kesenjangan) menjadi 0,40 persen serta peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) pada skala 69,40 sebagaimana telah disepakati DPR.


"Target-target tersebut mengharuskan pemerintah bersungguh-sungguh dalam implementasi APBN-P 2015," tegas anggota DPR dari Daerah Pemilihan Banten III ini, lewat rilisnya, terkait paripurna DPR untuk pengesahan APBN-P 2015, di DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (13/2).

Jazuli  meminta pemerintah memperbaiki kinerja dan kualitas eksekusi belanja negara.

"Pemerintah perlu mencari terobosan kebijakan agar serapan belanja modal yang selama ini selalu dibawah 80 persen tidak terulang. Kita berharap anggaran ini benar-benar mampu menjadi stimulus perekonomian," tambahnya.

Fraksi PKS juga memberi catatan agar program-program pembangunan terutama terkait dengan sektor pertanian, maritim, industri manufaktur serta infrastruktur energi dan konektivitas benar-benar tepat sasaran dan memiliki dampak yang luas untuk membuka lapangan kerja, mengentaskan kemiskinan, dan meningkatkan daya beli rakyat. Beberapa program unggulan mesti dilengkapi dengan roadmap yang lebih jelas. [ald]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

UPDATE

Rano: Pendidikan Harus Memerdekakan Manusia

Jumat, 08 Mei 2026 | 00:05

Car Free Day di Rasuna Said Digelar Perdana 10 Mei

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:34

Kasus Pemukulan Waketum PSI Bro Ron Berujung Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:12

Kali Kukuba di Halmahera Timur Diduga Tercemar Limbah PT FHT

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:00

Pemerintah Bebaskan Pajak Restrukturisasi BUMN

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:39

Negara Disebut Kehilangan Ratusan Triliun dari Bisnis Sawit

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:15

Akper Husada Naik Kelas Jadi STIKES

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:06

Dugaan Jual Beli Jabatan Pemkab Cianjur Bisa Rusak Meritokrasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 21:27

DPR Usul 1 Puskesmas Punya 1 Psikolog

Kamis, 07 Mei 2026 | 21:04

New Media Merasa Dicatut, DPR Minta Bakom Lebih Hati-hati

Kamis, 07 Mei 2026 | 20:50

Selengkapnya