Calon Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan, berjanji untuk menjadikan partai berlambang matahari tersebut sebagai rumah bersama mewujudkan perubahan.
Demi bangsa yang lebih baik, visi utama yang akan dijalankan Zulkifli adalah secara konsisten menerapkan nilai-nilai demokrasi di tubuh partai.
"PAN adalah partai pelopor reformasi. Semangat PAN sejak awal adalah semangat untuk memajukan nilai-nilai demokrasi yang berlandaskan kebangsaan dan keadilan. Semangat ini yang akan saya bawa untuk merevitalisasi partai ke depan," kata Zulhas, sapaan akrabnya, dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi sesaat lalu (Rabu, 11/2).
Menurut Zulhas, sudah saatnya PAN membangun tradisi demokrasi yang lebih progresif dalam tubuh partai. Pertama-tama, dengan memberi ruang seluas-luasnya, tak hanya bagi kader tapi juga bagi masyarakat luas, untuk berpartisipasi dan menyampaikan aspirasinya melalui PAN. Namun, tradisi itu baru bisa terwujud jika muncul kepemimpinan yang konsisten mengedepankan semangat demokrasi.
"PAN adalah rumah bersama dan milik publik. Jadi, segala kebijakan yang diputuskan partai hendaknya mencerminkan keberpihakannya kepada publik. Namun mesti dipastikan pula bahwa seluruh kebijakan yang diambil haruslah melalui proses-proses yang demokratis secara internal partai," jelas Ketua MPR RI ini.
Karena itu, Zulhas ingin menerapkan sistem terbuka dalam seleksi calon presiden RI dari partai. Konvensi calon presiden adalah ruang demokrasi yang harus dijalankan PAN untuk ikut merekrut dan menyeleksi calon-calon pemimpin bangsa terbaik.
"Kita terbuka bagi siapa saja yang ingin
nyapres, seluruh kader PAN bisa ikut konvensi. Dari luar partai juga dipersilakan, yang penting calon tersebut memiliki integritas, kapasitas dan didukung publik," tuturnya.
"Saya yakin dengan pembenahan pengorganisasian partai secara lebih demokratis, serta keberadaan konvensi dan perluasan ruang partisipasi publik, kepercayaan masyarakat terhadap partai politik akan meningkat," pungkasnya.
[ald]