Berita

Politik

Zulkifli Hasan Siap Jadikan PAN Rumah Bangsa untuk Perubahan

RABU, 11 FEBRUARI 2015 | 19:30 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Calon Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan, berjanji untuk menjadikan partai berlambang matahari tersebut sebagai rumah bersama mewujudkan perubahan.

Demi bangsa yang lebih baik, visi utama yang akan dijalankan Zulkifli adalah secara konsisten menerapkan nilai-nilai demokrasi di tubuh partai.

"PAN adalah partai pelopor reformasi. Semangat PAN sejak awal adalah semangat untuk memajukan nilai-nilai demokrasi yang berlandaskan kebangsaan dan keadilan. Semangat ini yang akan saya bawa untuk merevitalisasi partai ke depan," kata Zulhas, sapaan akrabnya, dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi sesaat lalu (Rabu, 11/2).


Menurut Zulhas, sudah saatnya PAN membangun tradisi demokrasi yang lebih progresif dalam tubuh partai. Pertama-tama, dengan memberi ruang seluas-luasnya, tak hanya bagi kader tapi juga bagi masyarakat luas, untuk berpartisipasi dan menyampaikan aspirasinya melalui PAN. Namun, tradisi itu baru bisa terwujud jika muncul kepemimpinan yang konsisten mengedepankan semangat demokrasi.

"PAN adalah rumah bersama dan milik publik. Jadi, segala kebijakan yang diputuskan partai hendaknya mencerminkan keberpihakannya kepada publik. Namun mesti dipastikan pula bahwa seluruh kebijakan yang diambil haruslah melalui proses-proses yang demokratis secara internal partai," jelas Ketua MPR RI ini.

Karena itu, Zulhas ingin menerapkan sistem terbuka dalam seleksi calon presiden RI dari partai. Konvensi calon presiden adalah ruang demokrasi yang harus dijalankan PAN untuk ikut merekrut dan menyeleksi calon-calon pemimpin bangsa terbaik.

"Kita terbuka bagi siapa saja yang ingin nyapres, seluruh kader PAN bisa ikut konvensi. Dari luar partai juga dipersilakan, yang penting calon tersebut memiliki integritas, kapasitas dan didukung publik," tuturnya.

"Saya yakin dengan pembenahan pengorganisasian partai secara lebih demokratis, serta keberadaan konvensi dan perluasan ruang partisipasi publik, kepercayaan masyarakat terhadap partai politik akan meningkat," pungkasnya. [ald]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Lagi Sakit, Jangan Biarkan Jokowi Terus-terusan Temui Fans

Senin, 12 Januari 2026 | 04:13

Eggi-Damai Dicurigai Bohong soal Bawa Misi TPUA saat Jumpa Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 04:08

Membongkar Praktik Manipulasi Pegawai Pajak

Senin, 12 Januari 2026 | 03:38

Jokowi Bermanuver Pecah Belah Perjuangan Bongkar Kasus Ijazah

Senin, 12 Januari 2026 | 03:08

Kata Yaqut, Korupsi Adalah Musuh Bersama

Senin, 12 Januari 2026 | 03:04

Sindiran Telak Dokter Tifa Usai Eggi-Damai Datangi Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 02:35

Jokowi Masih Meninggalkan Jejak Buruk setelah Lengser

Senin, 12 Januari 2026 | 02:15

PDIP Gelar Bimtek DPRD se-Indonesia di Ancol

Senin, 12 Januari 2026 | 02:13

RFCC Complex Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 01:37

Awalnya Pertemuan Eggi-Damai dengan Jokowi Diagendakan Rahasia

Senin, 12 Januari 2026 | 01:16

Selengkapnya