Berita

menteri marwan

Anggaran Rp 10,4 T Kemendes PDTT Ditolak Banggar?

RABU, 11 FEBRUARI 2015 | 15:09 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Pengajuan anggaran tambahan oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2015 menjadi total Rp 10,4 triliun belum mendapat persetujuan dari Badan Anggaran (Banggar) DPR.

Menanggapi hal itu Mendes PDT Transmigrasi Marwan Jafar tetap optimis Banggar DPR pada akhirnya akan menyetujui pengajuan anggaran kementeriannya.

"Ini masih ada waktu sehari sampai besok maksimal keputusannya, barangkali teman-teman di Banggar masih bisa mengusahakan pengajuan kita," katanya usai rapat dengan Komisi V, di gedung DPR, Senayan, Jakarta (Rabu, 11/2).


Dijelaskan Menteri Marwan, bahwa anggaran yang diputuskan Banggar saat ini belum bisa membuat kementeriannya memetakan masalah desa-desa tertinggal secara maksimal. Lantaran menurutnya, anggaran besar yang ia ajukan disusun sesuai instruksi Presiden Jokowi yang ingin mengentaskan desa tertinggal.

"Ya cuman ini belum sesuai dengan harapan kita secara maksimal, karena kita masih ingin untuk membereskan desa-desa yang sangat tertinggal
terutama di daerah perbatasan yang mesti kita genjot. Itu kan sesuai instruksi presiden," ujarnya.

Politisi PKB itu mengatakan, selama ini Komisi V DPR mendukung penuh pengajuan anggaran yang diajukan pihaknya. Yakni dengan disetujuinya penambahan anggaran dengan total RP 10,4 triliun dan diserahkan ke Banggar.

"Selama ini Komisi V apresiasi dan mendukung penuh kita. Masih ada waktu kalau hari ini temen-teman Banggar bisa memberikan kesempatan untuk menambah anggaran kita besok bisa raker lagi dengan komisi V kalau
ada tambahan," beber dia.

Selain itu Marwan berharap, Menkeu bisa mendorong Banggar, agar pengajuan penambahan anggaran pihaknya bisa diterima oleh Banggar.

"Tapi Menkeu harus all out. Sebetulnya saya sudah komunikasi dengan Kememnkeu saya minta untuk khususnya desa-desa tertinggal jadi prioritas, karena arahan presiden seperti itu untuk memperjuangkan daerah tertinggal," tandasnya. [zul]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Pakar HTN Sambut Baik Putusan MK Perkuat Kedudukan Hasil Audit BPK

Selasa, 21 April 2026 | 18:18

Refly Harun soal Info P21 Kasus Ijazah Jokowi: Itu Ngarang!

Selasa, 21 April 2026 | 18:17

Efek Domino MBG, Pendapatan Petani Naik 60 Persen

Selasa, 21 April 2026 | 18:13

Hadiah Hari Kartini: Pengesahan UU PPRT Lindungi Pahlawan Domestik

Selasa, 21 April 2026 | 18:04

Staf PBNU Mangkir dari Panggilan, KPK Siap Jadwal Ulang

Selasa, 21 April 2026 | 17:52

RUU PPRT Disahkan DPR Bukti Perempuan Hadir di Parlemen

Selasa, 21 April 2026 | 17:43

Peringati Hari Kartini, KPP: Perempuan Harus Aktif dari Suara ke Aksi

Selasa, 21 April 2026 | 17:42

Huawei Rilis Pura 90 Series, Ini Spesifikasi, Fitur Kamera, dan Harganya

Selasa, 21 April 2026 | 17:16

Staf Orang Kepercayaan Maidi Dicecar KPK soal Penampungan Dana CSR

Selasa, 21 April 2026 | 17:13

13 WNI Jadi Korban Kebakaran 1.000 Rumah Apung di Malaysia

Selasa, 21 April 2026 | 17:10

Selengkapnya