Berita

Tim 9 dan Seskab Langgar Hak Konstitusional Jokowi

SENIN, 09 FEBRUARI 2015 | 01:55 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

. Para pengganggu pelantikan Komjen Pol Budi Gunawan sebagai Kapolri telah melanggar hak konstitusi Presiden Jokowi dan Budi Gunawan yang dijamin dalam UUD 1945 Pasal 27 ayat 1.

Begitu kata Ketua Umum Persatuan Mahasiswa Pasca Sarjana Ilmu Politik dan Pemeritahan Indonesia Marrie Andi Muhamadiyah sebagaimana keterangan tertulis yang diterima redaksi sesaat lalu, (Senin, 9/2).

"Yang telah menghalang-halangi pelantikan Kapolri sama saja melakukan pelanggaran hak konstitusional Jokowi sebagai presiden dan Budi Gunawan yang sudah melewati tahapan hukum dan UU," ujarnya.


Lebih lanjut ia menilai bahwa pernyataan Tim 9 dan Menseskab Andi Widjojanto kepada Jokowi yang intinya meminta Budi Gunawan mundur telah melanggar hak dan kewajiban konstitusional Jokowi.

"Karena itu pernyataan Menseskab sebagai pembantu presiden justru mengesankan ada agenda ingin mengkudeta Jokowi sebagai presiden yang tidak menjalankan kewajiban konstitusi sesuai UUD 1945," tandasnya.

Untuk itu, Marie menegaskan bahwa Persatuan Mahasiswa Pasca Sarjana Ilmu Politik dan Pemerintahan Seluruh Indonesia mendesak agar Presiden Jokowi tidak ragu melantik Budi Gunawan sebagai Kapolri karena itu sesuai dengan UUD 1945 .

Jurispendensi hukum dan politik untuk melantik pejabat negara yang sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK dapat mencontoh 10 kepala daerah yang terpilih dalam Pilkada dan sebelum dilantik jadi tersangka KPK tapi tetap dilantik oleh Mendagri. Mendagri beralasan untuk menjalankan hak dan kewajiban konstitusi negara yang diatur dalam UUD 1945.

"Hal ini pernah terjadi kepada Bupati Gunung Mas terpilih Hambit Bintih, yang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap terhadap ketua MK," sambungnya.

"Apalagi untuk kasus Budi Gunawan sudah ada lembaga penegak hukum yaitu Polri yang sebelum BG ditetapkan tersangka oleh KPK. Polri sudah mengeluarkan produk hukum tahun 2010 bahwa BG clear dari dugaan kepemilikan rekening gendut yang dihasilkan dari gratifikasi," pungkasnya.


Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Pakar HTN Sambut Baik Putusan MK Perkuat Kedudukan Hasil Audit BPK

Selasa, 21 April 2026 | 18:18

Refly Harun soal Info P21 Kasus Ijazah Jokowi: Itu Ngarang!

Selasa, 21 April 2026 | 18:17

Efek Domino MBG, Pendapatan Petani Naik 60 Persen

Selasa, 21 April 2026 | 18:13

Hadiah Hari Kartini: Pengesahan UU PPRT Lindungi Pahlawan Domestik

Selasa, 21 April 2026 | 18:04

Staf PBNU Mangkir dari Panggilan, KPK Siap Jadwal Ulang

Selasa, 21 April 2026 | 17:52

RUU PPRT Disahkan DPR Bukti Perempuan Hadir di Parlemen

Selasa, 21 April 2026 | 17:43

Peringati Hari Kartini, KPP: Perempuan Harus Aktif dari Suara ke Aksi

Selasa, 21 April 2026 | 17:42

Huawei Rilis Pura 90 Series, Ini Spesifikasi, Fitur Kamera, dan Harganya

Selasa, 21 April 2026 | 17:16

Staf Orang Kepercayaan Maidi Dicecar KPK soal Penampungan Dana CSR

Selasa, 21 April 2026 | 17:13

13 WNI Jadi Korban Kebakaran 1.000 Rumah Apung di Malaysia

Selasa, 21 April 2026 | 17:10

Selengkapnya