Berita

OJK Didesak Hentikan Perdagangan Saham MNC Group

SENIN, 09 FEBRUARI 2015 | 01:31 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

. MNC Group tidak lagi menjadi pemilik sah PT CTPI sejak keputusan Peninjauan Kembali (PK) Mahkamah Agung (MA) dalam sengketa kepemilikan saham PT CTPI sebagai pemilik hak siar dan frekuensi untuk MNC TV yang memutuskan kepemilikan PT CTPI dimenangkan oleh kubu Tutut Soeharto.

Demikian disampaikan oleh Ketua Umum Masyarakat Pengawas Pasar Modal Indonesia Gatrik Kusmoharjo dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi (Senin, 9/2).

Dengan keputusan itu juga, tambah Gatrik, MNC group merupakan sebuah perusahaan yang sudah listing di bursa saham di mana PT CTPI dicatatkan sebagai anak perusahaan dan juga aset dari MNC Group maka aset dan company dari MNC Group berkurang.


"Berdasarkan hitungan tahun 2013 maka total aset (audit) adalah sebesar Rp 9,6 triliun. Kemudian liabilities Rp 1,8 triliun, revenue net Rp 6,5 triliun dan net income Rp 1,8 triliun dan  akan berkurang menjadi total aset Rp 8,8 triliun, liabilities Rp 1,4 triliun, revenue net Rp 4,9 triliun dan net income Rp 1,3 triliun," jelasnya.

Gatrik menambahkan, kekurangan ini akan berdampak kerugian bagi masyarakat pemegang saham MNC Group ( MNCN) yang jumlah hingga 8,33 persen dari nilai saham MNC Group yang diperdagangkan .

Karena itu menurut Gatrik, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang mempunyai tugas melakukan pengaturan dan pengawasan terhadap kegiatan jasa keuangan di sektor perbankan, sektor pasar modal, dan sektor KNB harus mampu melindungi kepentingan konsumen dan masyarakat. OJK perlu melakukan penghentian perdagangan saham MNC Group dibursa saham agar tidak merugikan para pemegang saham MNC Group dan memerintahkan MNC Group untuk mengeluarkan 75 persen kepemilikan saham PT CTPI dari daftar aset PT MNC Group yang dicatatkan di bursa saham .

"OJK perlu menghentikan perdagangan saham MNC Group selain untuk melindungi publik pemegang saham MNC Group juga untuk menjaga kepastian hukum di pasar modal," tandasnya.

"Selain itu, MA juga harus memerintahkan PN Jakarta Pusat untuk melakukan Annmaning untuk memaksa MNC Group menyerahkan 75 saham PT CTPI ke kubu Tutut," pungkas Gatrik.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Pakar HTN Sambut Baik Putusan MK Perkuat Kedudukan Hasil Audit BPK

Selasa, 21 April 2026 | 18:18

Refly Harun soal Info P21 Kasus Ijazah Jokowi: Itu Ngarang!

Selasa, 21 April 2026 | 18:17

Efek Domino MBG, Pendapatan Petani Naik 60 Persen

Selasa, 21 April 2026 | 18:13

Hadiah Hari Kartini: Pengesahan UU PPRT Lindungi Pahlawan Domestik

Selasa, 21 April 2026 | 18:04

Staf PBNU Mangkir dari Panggilan, KPK Siap Jadwal Ulang

Selasa, 21 April 2026 | 17:52

RUU PPRT Disahkan DPR Bukti Perempuan Hadir di Parlemen

Selasa, 21 April 2026 | 17:43

Peringati Hari Kartini, KPP: Perempuan Harus Aktif dari Suara ke Aksi

Selasa, 21 April 2026 | 17:42

Huawei Rilis Pura 90 Series, Ini Spesifikasi, Fitur Kamera, dan Harganya

Selasa, 21 April 2026 | 17:16

Staf Orang Kepercayaan Maidi Dicecar KPK soal Penampungan Dana CSR

Selasa, 21 April 2026 | 17:13

13 WNI Jadi Korban Kebakaran 1.000 Rumah Apung di Malaysia

Selasa, 21 April 2026 | 17:10

Selengkapnya