Berita

Politik

PAN Dukung Transformasi Politisi Jadi Negarawan

MINGGU, 08 FEBRUARI 2015 | 23:53 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

. Kondisi politik yang dinamis dan selalu berubah merupakan suatu keniscayaan. Karenanya, karakter politisi menentukan kemampuan suatu bangsa untuk mampu bertahan dan terus melangkah maju. Karakter tersebut adalah politisi yang dilengkapi dengan kualitas negarawan.

Begitu dikatakan Zulkifli Hasan dalam acara konsolidasi dukungan jelang kongres dengan pengurus PAN Indonesia Timur di Hotel Lombok Raya, Mataram, NTB (Minggu, 8/2). Zulhas, biasa ia disapa berbicara dalam forum ini sebagai kandidat Ketua Umum PAN.

"Jika masalahnya sudah kompleks dan mengancam kepentingan bangsa, para pejabat negara tersebut seharusnya mendahulukan kepentingan bangsa. Apa ukurannya? Sederhana saja, yaitu aspirasi dan tuntuntan rakyat," ujarnya.


Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) ini mencontohkan bagaimana cara politisi berjiwa negarawan menghadapi kisruh dua lembaga penegak hukum, KPK dan Polri. Mereka membaca secara menyeluruh konflik itu, termasuk membaca aspirasi dan tuntutan publik dapat secara tersurat dan tersirat.

Keputusan seorang pemimpin, sambungnya, tidak harus menyenangkan semua pihak. Tapi terpenting seorang pemimpin bisa bersikap teguh terhadap kepentingan yang lebih besar.

"Politisi dan pejabat publik yang memiliki sikap, keteguhan dan keberpihakan akan mampu mengelola dan keluar dari kondisi tersebut," terang mantan Menhut ini.

Sementara salah satu sumber dari sikap, keteguhan dan keberpihakan terhadap kepentingan besar tersebut adalah bagian dari nilai-nilai kebajikan yang diperjuangkan oleh partai politik. Hal itu sejalan dengan PAN, yang semenjak lahir telah memperjuangkan nilai-nilai kebajikan dan mengedepankan kepentingan rakyat.

"PAN mengacu pada moral agama, kemanusiaan dan kemajuan. Nilai-nilai tersebut adalah beberapa kebajikan utama yang harus terus kita gali sejalan dengan kebutuhan bangsa. Nilai-nilai mengatasi kepentingan golongan dan kelompok sebagaimana yang kita hadapi saat ini," tegas Zulhas. [sam]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Pakar HTN Sambut Baik Putusan MK Perkuat Kedudukan Hasil Audit BPK

Selasa, 21 April 2026 | 18:18

Refly Harun soal Info P21 Kasus Ijazah Jokowi: Itu Ngarang!

Selasa, 21 April 2026 | 18:17

Efek Domino MBG, Pendapatan Petani Naik 60 Persen

Selasa, 21 April 2026 | 18:13

Hadiah Hari Kartini: Pengesahan UU PPRT Lindungi Pahlawan Domestik

Selasa, 21 April 2026 | 18:04

Staf PBNU Mangkir dari Panggilan, KPK Siap Jadwal Ulang

Selasa, 21 April 2026 | 17:52

RUU PPRT Disahkan DPR Bukti Perempuan Hadir di Parlemen

Selasa, 21 April 2026 | 17:43

Peringati Hari Kartini, KPP: Perempuan Harus Aktif dari Suara ke Aksi

Selasa, 21 April 2026 | 17:42

Huawei Rilis Pura 90 Series, Ini Spesifikasi, Fitur Kamera, dan Harganya

Selasa, 21 April 2026 | 17:16

Staf Orang Kepercayaan Maidi Dicecar KPK soal Penampungan Dana CSR

Selasa, 21 April 2026 | 17:13

13 WNI Jadi Korban Kebakaran 1.000 Rumah Apung di Malaysia

Selasa, 21 April 2026 | 17:10

Selengkapnya