Berita

net

Dunia

Houthi Berkuasa, Yaman di Ambang Perpecahan Besar

SABTU, 07 FEBRUARI 2015 | 23:20 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Ribuan orang dilaporkan berunjuk rasa di Yaman mengecam langkah pejuang Houthi yang membubarkan parlemen Yaman dan membentuk pemerintahan kudeta.

Disampaikan kantor berita Al Jazeera, para pengunjuk rasa menggelar demonstrasi di beberapa kota sepanjang hari ini seperti di ibukota Sanaa; serta kota Aden, Hodeida, Taiz, Dhamar, Ibb dan al-Bayda, setelah kemarin Houthi mengumumkan pembentukan sebuah "komisi keamanan" untuk memerintah negara itu selama dua dua tahun ke depan.

Kelompok Houthi telah menguasai ibukota Sanaa pada September 2014, dan memaksa Presiden Abed Rabbo Mansour Hadi mundur dari jabatannya pada Januari lalu. Kini mereka mengumumkan akan membentuk sebuah dewan nasional untuk menggantikan parlemen yang dibubarkan.


Siapakah Houthi? Mereka adalah kelompok pemberontak, juga dikenal sebagai Ansar Allah, beraliran Zaidism yang merupakan cabang aliran Islam Syiah. Pengikutnya berpopulasi sepertiga dari populasi Yaman dan memerintah Yaman Utara di bawah sistem sendiri yang dikenal sebagai "Imam" selama hampir 1.000 tahun sampai berakhir tahun 1962.

Pejuang Houthi mengambil nama mereka dari Hussein Badr al-Din al-Houthi. Dia memimpin pemberontakan pertama kelompok ini pada tahun 2004 dalam upaya untuk memenangkan otonomi yang lebih besar dan juga untuk melindungi tradisi keagamaan dan budaya Zaidi dari Islam Sunni.

Setelah Houthi tewas oleh militer Yaman pada akhir 2004, keluarganya mengambil alih perjuangan dan memimpin lima pemberontakan sebelum gencatan senjata ditandatangani dengan pemerintah pada tahun 2010.

Pada tahun 2011, Houthi bergabung dengan protes terhadap Presiden Ali Abdullah Saleh dan mengambil keuntungan dari kekosongan kekuasaan untuk memperluas penguasaan teritorial mereka di Saada dan tetangga provinsi Amran.

Negara-negara Arab khawatir akan pengaruh Iran terhadap kelompok Houthi di tengah krisis Yaman.

Kembali ke demonstrasi, sumber Al Jazeera menyatakan bahwa setidaknya 17 orang ditangkap di Sanaa, setelah pejuang Houthi membubarkan kerumunan dengan peluru tajam.

Pemberontak Syiah ini mengatakan bahwa lima orang anggota Dewan Kepresidenan akan membentuk pemerintahan transisi untuk menjalankan negara selama dua tahun ke depan.

Kini, Yaman di ambang disintegrasi lebih besar. Houthi adalah minoritas Syiah, dan faktanya ada begitu banyak kelompok dari mayoritas Sunni yang beroposisi terhadap mereka.

"Mereka menolak pengambilalihan oleh Houthi dan tidak akan mau menerima perintah dari pusat pemerintahan di Sanaa," lapor wartawan Al Jazeera, Jamal Elshayyal, dari Aden. [ald]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

UPDATE

Rano: Pendidikan Harus Memerdekakan Manusia

Jumat, 08 Mei 2026 | 00:05

Car Free Day di Rasuna Said Digelar Perdana 10 Mei

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:34

Kasus Pemukulan Waketum PSI Bro Ron Berujung Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:12

Kali Kukuba di Halmahera Timur Diduga Tercemar Limbah PT FHT

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:00

Pemerintah Bebaskan Pajak Restrukturisasi BUMN

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:39

Negara Disebut Kehilangan Ratusan Triliun dari Bisnis Sawit

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:15

Akper Husada Naik Kelas Jadi STIKES

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:06

Dugaan Jual Beli Jabatan Pemkab Cianjur Bisa Rusak Meritokrasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 21:27

DPR Usul 1 Puskesmas Punya 1 Psikolog

Kamis, 07 Mei 2026 | 21:04

New Media Merasa Dicatut, DPR Minta Bakom Lebih Hati-hati

Kamis, 07 Mei 2026 | 20:50

Selengkapnya