Berita

masinton pasaribu/net

Politik

Duo Brutus Halangi Komunikasi PDIP dan Jokowi Sejak dari Rumah Transisi

SABTU, 07 FEBRUARI 2015 | 19:18 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Keberadaan oknum-oknum di lingkaran Presiden Joko Widodo yang berupaya menjauhkan sang presiden dari partai, relawan maupun kelompok pendukungnya kembali diungkap. Disebutkan bahwa ada upaya yang ingin menghambat komunikasi Jokowi dengan PDIP dan mitra koalisi pendukung pemerintah sejak sebelum Kabinet Kerja terbentuk.

Hal ini sebagaimana disampaikan politikus PDIP Masinton Pasaribu usai menghadiri sebuah diskusi di bilangan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (7/2). Menurut Masinton, ada dua orang yang  membentengi komunikasi antara partai pendukung, relawan dan kelompok-kelompok pendukung dengan Jokowi.

"Siapa yang membentengi? Ada namanya AW, ada yang namanya RS itu," ujarnya


Masinton menyebut bahwa sekarang ini AW dan RS sudah masuk dalam Kabinet Kerja. Dengan masuknya keduanya di kabinet, maka semakin kuatlah dua orang yang sebelumnya duduk di Tim Transisi itu dalam membentengi atau menghalangi komunikasi Jokowi dan pendukungnya.

"Nah sekarang mereka anggota kabinet, cengkramannya makin kuat lagi untuk menjauhkan itu. Jadi, sejak dari rumah transisi sampai sekarang," katanya.

Buktinya, kata Masinton, ada upaya mendistorsi informasi ke Jokowi. Artinya, aspirasi yang seharusnya disampaikan kepada presiden tidak disampaikan.

Karenanya, Masinton menyebut orang-orang model AW dan RS merupakan pengkhianat atau dengan istilah lain Brutus.

"Brutus itu loyal di depan tapi yang menikam, yang membunuh paling awal (juga) mereka," kata dia seperti dilansir JPNN. [ian]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Pakar HTN Sambut Baik Putusan MK Perkuat Kedudukan Hasil Audit BPK

Selasa, 21 April 2026 | 18:18

Refly Harun soal Info P21 Kasus Ijazah Jokowi: Itu Ngarang!

Selasa, 21 April 2026 | 18:17

Efek Domino MBG, Pendapatan Petani Naik 60 Persen

Selasa, 21 April 2026 | 18:13

Hadiah Hari Kartini: Pengesahan UU PPRT Lindungi Pahlawan Domestik

Selasa, 21 April 2026 | 18:04

Staf PBNU Mangkir dari Panggilan, KPK Siap Jadwal Ulang

Selasa, 21 April 2026 | 17:52

RUU PPRT Disahkan DPR Bukti Perempuan Hadir di Parlemen

Selasa, 21 April 2026 | 17:43

Peringati Hari Kartini, KPP: Perempuan Harus Aktif dari Suara ke Aksi

Selasa, 21 April 2026 | 17:42

Huawei Rilis Pura 90 Series, Ini Spesifikasi, Fitur Kamera, dan Harganya

Selasa, 21 April 2026 | 17:16

Staf Orang Kepercayaan Maidi Dicecar KPK soal Penampungan Dana CSR

Selasa, 21 April 2026 | 17:13

13 WNI Jadi Korban Kebakaran 1.000 Rumah Apung di Malaysia

Selasa, 21 April 2026 | 17:10

Selengkapnya