Terkait insiden tawuran antara pekerja migran Indonesia (PMI) dengan pekerja asal Mesir di Kota Madinah, Arab Saudi, Tim Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah pada Jumat waktu setempat (6/2) telah melakukan pengecekan dan penanganan.
Hasil pengecekan Tim KJRI ke rumah sakit dan kantor polisi di Kota Madinah tidak didapati adanya korban meninggal dunia akibat kejadian tersebut.
"Namun demikian, kejadian tersebut mengakibatkan lima PMI mengalami luka-luka," kata Pelaksana Fungsi Pensosbud KJRI Jeddah Syarif Shahabudin kepada redaksi, Sabtu (7/2).
Menurutnya, aksi tawuran antara pekerja Indonesia dengan pekerja Mesir yang bekerja untuk perusahaan Bin Laden dalam proyek perluasan area Masjid Nabawi terjadi saat jam istirahat sebelum para pekerja kembali ke camp pada Rabu (4/2) pukul 11.30 waktu setempat.
Peristiwa bermula ketika seorang PMI bernama Danar asal Madiun menaiki bus jemputan milik perusahaan dan langsung duduk di kursi yang kosong. Namun dilarang oleh pekerja asal Mesir dengan alasan kursi telah dipesan untuk temannya, sehingga terjadilah pemukulan yang kemudian dapat dilerai.
Atas kejadian itu, dengan dasar solidaritas antar teman sesama PMI, sekitar pukul 14.00 waktu setempat di lokasi proyek lingkungan Masjid Nabawi teman-teman Danar sesama pekerja lainnya melakukan pembalasan dengan memukul pekerja asal Mesir yang sebelumnya memukul Danar di Bus.
Melihat temannya dipukuli, pekerja Mesir lainnya melempari batu dan besi dari lantai atas bangunan yang mengakibatkan sekitar empat PMI mengalami luka-luka.
Dari lima PMI yang menjadi korban, terdapat satu orang atas nama Nanang Rifan asal Semarang yang dirawat di RS Uhud dengan luka pada bagian kanan matanya. Sementara, tiga PMI lainnya yang telah mendapat perawatan di klinik perusahaan saat ini telah kembali ke camp masing-masing.
"Saat ini terdapat lima pekerja yang ditahan di penjara Muwahhad akibat tawuran tersebut. Di mana salah satunya adalah PMI atas nama Sabirudin Syams, dan yang lainnnya tiga pekerja asal Mesir dan satu pekerja asal Pakistan," beber Syarief.
Hingga saat ini, Tim KJRI terus melakukan penanganan atas kasus dimaksud. Diantaranya dengan terus melakukan koordinasi baik dengan pihak kepolisian, rumah sakit maupun perusahaan tempat PMI bekerja guna mendapatkan informasi dan langkah penanganan selanjutnya.
[why]