Berita

Aliansi Tarik Mandat Ajak Rakyat Akhiri Pemerintahan Jokowi-JK

JUMAT, 06 FEBRUARI 2015 | 22:46 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Indonesia merupakan negeri kaya tapi ironi. Lantaran sebagian besar rakyat hidup di bawah garis kemiskinan. Penyebabnya karena kebijakan pemimpin di negeri ini dari tahun ke tahun tidak pro terhadap kepentingan rakyat banyak.

Demikian disampaikan Inisiator Aliansi Tarik Mandat (ATM) Taufan Putra Revolusi Korompot saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL di Jakarta sesaat lalu (Jumat, 6/2).

"Hampir 70 tahun usia negeri ini dan sudah tujuh anak bangsa jadi nahkoda. Namun sayang belum ada yang mampu memberikan kebijakan nyata untuk kepentingan rakyat," ujarnya.


Termasuk, lanjut Taufan, Presiden Ri ke-7 Joko Widodo yang diberi mandat rakyat untuk mengelola negeri ini demi kemakmuran dan kesejahteraan rakyat. Sayangnya apa yang diharapkan rakyat itu kini jauh panggang daripada api dan hanya menyisakan penyesalan memberi mandat pada Jokowi.

"Ini karena Jokowi tidak mampu melepaskan diri dari stigma 'petugas partai'. Itulah alasan kebijakan yang lahir selama 100 hari sangat sarat dengan kepentingan elite politik yang mengusungnya," sambung Ketua Bidang Hikmah DPP IMM itu.

Lebih lanjut, Taufan menyerukan kepada masyarakat yang tidak menginginkan nilai tukar rupiah terus merosot, kebijakan ekonomi pemerintah pro asing, kekayaan alam dikelola dan terus dikeruk asing, kepastian hukum yang tidak jelas, dan rezim penuh intrik tipu-tipu, serta memiliki pemimpin yang lemah dan hanya tunduk pada elit politik, untuk bisa bergabung besama ATM menarik mandat rakyat pada eksekutif dengan menurunkan Jokowi-JK dari jabatan yang diemban saat ini.

"Mari rapatkan barisan, menyatu padu dalam tekad mengakhiri ironi negeri dengan mengakhiri pemberian mandat kita pada Jokowi-JK. Turunkan Jokowi-JK!" lantangnya usai mendeklarasikan pendirian ATM di Menteng Raya 58 Jakarta. [zul]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Pakar HTN Sambut Baik Putusan MK Perkuat Kedudukan Hasil Audit BPK

Selasa, 21 April 2026 | 18:18

Refly Harun soal Info P21 Kasus Ijazah Jokowi: Itu Ngarang!

Selasa, 21 April 2026 | 18:17

Efek Domino MBG, Pendapatan Petani Naik 60 Persen

Selasa, 21 April 2026 | 18:13

Hadiah Hari Kartini: Pengesahan UU PPRT Lindungi Pahlawan Domestik

Selasa, 21 April 2026 | 18:04

Staf PBNU Mangkir dari Panggilan, KPK Siap Jadwal Ulang

Selasa, 21 April 2026 | 17:52

RUU PPRT Disahkan DPR Bukti Perempuan Hadir di Parlemen

Selasa, 21 April 2026 | 17:43

Peringati Hari Kartini, KPP: Perempuan Harus Aktif dari Suara ke Aksi

Selasa, 21 April 2026 | 17:42

Huawei Rilis Pura 90 Series, Ini Spesifikasi, Fitur Kamera, dan Harganya

Selasa, 21 April 2026 | 17:16

Staf Orang Kepercayaan Maidi Dicecar KPK soal Penampungan Dana CSR

Selasa, 21 April 2026 | 17:13

13 WNI Jadi Korban Kebakaran 1.000 Rumah Apung di Malaysia

Selasa, 21 April 2026 | 17:10

Selengkapnya