Berita

foto: bbc

Dunia

Pesawat Tempur Yordania Memulai Perburuan Militan ISIS

JUMAT, 06 FEBRUARI 2015 | 05:41 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Yordania mengklaim skuadron pesawat tempur mereka telah sukses melakukan serangan udara terhadap kelompok Islamic State atau ISIS. Ini merupakan serangan balasan setelah tersebarnya sebuah video yang menayangkan kebrutalan militan ISIS membakar hidup-hidup pilot Yordania, Moaz al-Kasasbeh, yang disandera sejak Desember lalu .

Dalam perjalanan mereka kembali dari operasi penyerangan, lapor BBC, beberapa pesawat tempur Yordania melintas di atas desa asal sang pilot. Aksi itu bertepatan dengan kunjungan Raja Yordania, Abdullah II, yang bertemu keluarga Kasasbeh di desa tersebut.

Tayangan televisi pemerintah memperlihatkan Raja sedang duduk muram di hadapan Saif al-Kasasbeh, ayah pilot, dalam sebuah pertemuan di desa Aya, dekat kota Karak, selatan ibukota Amman.


"Raja menunjuk ke langit ketika pesawat tempur terbang di atas kepala mereka," demikian laporan media setempat dikutip dari BBC.

Raja Abdullah II sebelumnya telah bersumpah, ISIS akan menerima balasan yang sangat keras dari militer Yordania akibat aksi brutal mereka membakar pilot malang tersebut.

Ada kabar menyebutkan skuadron pesawat tempur Yordania melakukan serangan terhadap ISIS di Suriah, tepatnya kota Raqqa, kota yang diyakini menjadi "ibukota" pemerintahan kelompok teroris itu. Sementara, tidak ada pernyataan resmi Yordania soal lokasi serangan udara yang dimaksud.

Seorang pejabat keamanan Yordanisa, yang dikutip kantor berita Reuters, hanya mengatakan bahwa militer mereka menargetkan serangan ke basis ISIS di Suriah. Terlepas dari itu, aktivis anti-ISIS di Raqqa mengklaim tidak ada serangan udara apapun di kota tersebut.

Sementara itu, militer Amerika Serikat mengatakan bahwa koalisi yang dipimpinnya telah melakukan total sembilan serangan udara terhadap target-target ISIS di Irak, dan tiga target ISIS di Suriah, antara Rabu dan Kamis pagi kemarin.

Yordania adalah salah satu dari empat negara Arab yang mengambil bagian dalam koalisi anti ISIS. Negara-negara lainnya adalah Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA) dan Qatar.

Informasi dari para pejabat AS menyebut UEA menangguhkan keterlibatannya dalam serangan udara terhadap ISIS, setelah Moaz al-Kasasbeh ditangkap dan dibakar sampai tewas.

UEA meminta Pentagon lebih dulu meningkatkan upaya pencarian dan penyelamatan tentara koalisi yang hilang atau jatuh saat aksi militer, sebelum mereka kembali bergabung ke koalisi. [ald]

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

KPK Amankan Dokumen dan BBE saat Geledah Kantor Dinas Perkim Pemkot Madiun

Rabu, 28 Januari 2026 | 11:15

UPDATE

Ambang Batas Parlemen Moderat Cukup 2,5 Persen

Senin, 02 Februari 2026 | 20:04

Eks Kepala PPATK: Demutualisasi BEI Kebutuhan Mendesak, Faktor Pertemanan Permudah Penyimpangan

Senin, 02 Februari 2026 | 19:50

Ribuan Warga Kawanua Rayakan Natal dan Tahun Baru dengan Nuansa Budaya

Senin, 02 Februari 2026 | 19:45

Catat! Ini 9 Sasaran Operasi Keselamatan Jaya 2026 dan Besaran Dendanya

Senin, 02 Februari 2026 | 19:45

Prabowo Terima Dirut Garuda dan Petinggi Embraer di Istana, Bahas Apa?

Senin, 02 Februari 2026 | 19:41

Menkeu Purbaya Singgung Saham Gorengan Saat IHSG Anjlok, Apa Itu?

Senin, 02 Februari 2026 | 19:29

Alur Setoran Kades dan Camat ke Sudewo Ditelisik KPK

Senin, 02 Februari 2026 | 19:23

Horor Sejarah Era Jim Crow

Senin, 02 Februari 2026 | 19:14

10 Surat Tanah yang Tidak Berlaku Lagi mulai Februari 2026

Senin, 02 Februari 2026 | 19:12

5 Takjil Khas Daerah Indonesia Paling Legendaris

Senin, 02 Februari 2026 | 18:53

Selengkapnya