Berita

mega-jokowi/net

Politik

Diyakini, Hubungan Jokowi dan Mega Tidak Akan Terusik Budi Gunawan

KAMIS, 05 FEBRUARI 2015 | 02:57 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Para elite politik diminta tidak membenturkan Presiden Joko Widodo dengan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri.

Ada gelagat bahwa sasaran tembak sebenarnya adalah Jokowi, namun dengan terlebih dahulu menyerang Megawati.

"Pendukung Jokowi jangan mau terperangkap. Permainan semakin canggih, lihai dan menusuk," kata Ketua Umum Sekretaritat Nasional Jokowi (Seknas Jokowi), Muhammat Yamin, dalam keterangan pers yang dikirimkan ke redaksi, Rabu (4/2).


Yamin mengatakan, banyak waktu dan energi bangsa yang telah terbuang akibat saling cakar antara Polri dan KPK. Saling lempar pernyataan ditambah manuver-manuver politik, hanya membuat hal-hal yang mulai lurus kembali bengkok, yang mulai dingin kembali hangat.

Esensi dalam penyelesaian masalah Polri dan KPK kian tidak jelas. Bahkan akhir-akhir ini banyak pihak yang berusaha memisahkan Jokowi dari Megawati, yang terkait dengan rencana pelantikan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai Kapolri.

"Seknas melihat, hubungan Megawati dengan Jokowi tidak akan terganggu dalam masalah Komjen BG. Hubungan personal keduanya telah terbangun lama sejak Jokowi diberikan mandat menjadi Walikota di Solo oleh Megawati pada tahun 2004. Kedekatan keduanya dapat saja menimbulkan kecemburuan berbagai pihak terutama di internal partai PDIP, walau itu manusiawi juga. Apa salah Bu Mega?" ujarnya.

Menurutnya, PDIP dan Megawati sendiri selalu menghargai penunjukan Kapolri maupun Panglima TNI selama 10 tahun pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudoyono (SBY). Sebagai mantan Presiden, Mega sangat memahami pentingnya seorang Kapolri dan pentingnya seorang Panglima TNI dalam melindungi masyarakat, terutama dalam menjalankan tugasnya melindungi seorang Presiden. [ald]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya