Berita

Alexander Zakharchenko/net

Dunia

Pemberontak Pro-Rusia Targetkan Kekuatan 100 Ribu Tentara

SELASA, 03 FEBRUARI 2015 | 05:12 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Pemimpin separatis pro-Rusia, Alexander Zakharchenko, berambisi untuk meningkatkan kekuatan mereka menjadi 100.000 tentara, seiring pertempuran melawan tentara Ukraina makin intensif.

Pasukan pemberontak tengah berupaya mengusir pasukan pemerintah Ukraina dari wilayah timur Donetsk dan Luhansk, serta mencoba untuk menguasai kota kunci Debaltseve.

Dikutip dari BBC, perwakilan pemberontak, Denis Pushilin, menegaskan, pemberontak hanya akan kembali ke perundingan jika pemerintah mengumumkan gencatan senjata.


Sebelumnya, gencatan senjata yang disepakati pada awal September 2014 di ibukota Belarusia, Minsk, tidak berjalan mulus karena pemberontak meningkatkan serangan mereka di beberapa daerah dan menduduki Bandara Donetsk.

Pemerintah Ukraina dan pemberontak pun terus saling menyalahkan setelah puluhan warga sipil tewas baru-baru ini akibat pertempuran.

Dilaporkan juga bahwa puluhan orang, termasuk warga sipil, tewas dalam bentrokan dan saling tembak artileri pada akhir pekan lalu.

Konflik bersenjata kedua pihak ini sudah berlangsung sembilan bulan dan menurut data yang dikeluarkan PBB telah menelan korban jiwa lebih dari 5.100 orang..

Zakharchenko mengatakan mobilisasi besar-besaran adalah kebutuhan "mendesak" dalam 10 hari ke depan agar kekuatan pemberontak semakin besar.

"Bukan berarti kami akan mengambil 100.000 orang, tapi tentara gabungan tentara Republik Donetsk dan Luhansk harus berjumlah 100.000," tegasnya. [ald]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya