Berita

Pecalang Bali Minta Revitalisasi Teluk Benoa Direalisasikan

MINGGU, 01 FEBRUARI 2015 | 05:13 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Pecalang (petugas keamanan tradisional) se-Bali menyatakan dukungannya atas rencana revitalisasi Teluk Benoa. Pecalang pun mendesak pemerintah pusat segera merealisasikan rencana tersebut. Salah satunya dengan mengeluarkan izin lingkungan sehingga pembangunan revitalisasi bisa segera dilakukan.

Demikian disampaikan Jero Mangku Made Wibawa, Ketua Pecalang Dukuh Sakti Bali, ketika dihubungi, Sabtu (31/1).
"Saya survei ke masyarakat bawah, ternyata banyak yang dukung, hanya saja mereka tidak mau beri komentar. Mereka mendukung karena revitalisasi dinilai akan menyerap banyak tenaga kerja asal Bali. Makanya saya juga sangat mendukung sekali," kata Made Wibawa.

Revitalisasi Teluk Benoa, katanya, merupakan program yang sangat bagus, bukan hanya bagi masyarakat Bali saat ini, tapi juga generasi mendatang.

Revitalisasi Teluk Benoa, katanya, merupakan program yang sangat bagus, bukan hanya bagi masyarakat Bali saat ini, tapi juga generasi mendatang.

"Bukan hanya bagi kita sekarang ini manfaatnya, tapi juga anak cucu kita nanti. Selain penyerapan tenaga kerja, Bali juga dibikin menjadi semakin bagus," ucapnya.

Made Wibawa mengaku, anggotanya yang tersebar di semua kabupaten di Bali hingga sekarang turun langsung ke lapangan, mensosialisasikan rencana revitalisasi tersebut. Karena itu mereka meminta rencana revitalisasi segera direalisasikan pemerintah pusat maupun daerah. Made Wibawa pun menegaskan pihaknya siap mendukung revitalisasi dengan segala konsekuensinya.

"Kami juga siap mengamankan agar revitalisasi itu terealisasi. Kami sudah siap dengan segala konsekuensinya," ujarnya seperti dikutip JPNN. [ian]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Pakar HTN Sambut Baik Putusan MK Perkuat Kedudukan Hasil Audit BPK

Selasa, 21 April 2026 | 18:18

Refly Harun soal Info P21 Kasus Ijazah Jokowi: Itu Ngarang!

Selasa, 21 April 2026 | 18:17

Efek Domino MBG, Pendapatan Petani Naik 60 Persen

Selasa, 21 April 2026 | 18:13

Hadiah Hari Kartini: Pengesahan UU PPRT Lindungi Pahlawan Domestik

Selasa, 21 April 2026 | 18:04

Staf PBNU Mangkir dari Panggilan, KPK Siap Jadwal Ulang

Selasa, 21 April 2026 | 17:52

RUU PPRT Disahkan DPR Bukti Perempuan Hadir di Parlemen

Selasa, 21 April 2026 | 17:43

Peringati Hari Kartini, KPP: Perempuan Harus Aktif dari Suara ke Aksi

Selasa, 21 April 2026 | 17:42

Huawei Rilis Pura 90 Series, Ini Spesifikasi, Fitur Kamera, dan Harganya

Selasa, 21 April 2026 | 17:16

Staf Orang Kepercayaan Maidi Dicecar KPK soal Penampungan Dana CSR

Selasa, 21 April 2026 | 17:13

13 WNI Jadi Korban Kebakaran 1.000 Rumah Apung di Malaysia

Selasa, 21 April 2026 | 17:10

Selengkapnya