Berita

kenji goto/net

Dunia

Negosiasi Jepang-ISIS Temui Jalan Buntu

SABTU, 31 JANUARI 2015 | 15:30 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Negosiasi Jepang dengan kelompok militan ISIS terkait ancaman eksekusi terhadap seorang jurnalis Jepang dan pilot Yordania mengalami jalan buntu.

Wakil Menteri Luar negeri Jepang Yasuhide Nakayama pada Jumat malam (30/1) menyebut bahwa belum ada perkembangan signifikan yang terjadi dalam upaya penyelamatan jurnalis Jepang, Kenji Goto dan pilot Yordania Muath al-Kassasbeh yang diancam akan segera dieksekusi.

"Upaya kami menjadi buntu," kata Nakayama yang berada di Amman untuk bekerjasama dengan pejabat Yordania.


Ia menegaskan, pihaknya terus bersiaga dan menganalisa informasi untuk kemudian melakukan upaya bersama.

Dimuat Press Tv, Nakayama sendiri telah dimandatkan oleh Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe untuk berada di Amman demi menyelamakan sandera.

Perlu diketahui, Jepang mengalami masa-masa genting pasca sebuah video diposting online oleh kelompok militan ISIS pada 20 Januari lalu. Dalam video itu, dua orang warga negara Jepang muncul sebagai sandera dan diancam akan dibunuh bila Jepang tidak membayar tebusan 200 juta dolar AS dalam waktu 72 jam.

Jepang yang tidak memenuhi tuntutan ISIS itu pun kembali dikejutkan empat hari setelahnya. Tepatnya pada tanggal 24 Januari, salah seorang sandera yakni Kenji Goto kembali muncul dalam video ISIS. Dalam video itu, Goto muncul sendirian. Dengan mengenakan pakaian berwarna orange dan tangan terborgol, ia memegang sebuah foto yang menunjukkan pemenggalan rekannya yang juga menjadi sandera, Haruna Yukawa.

Masih dalam video yang sama, Goto juga menyampaikan pesan ISIS yang menyebut bahwa kelompok militan itu tidak lagi meminta tebusan uang, melainkan pembebasan seorang teroris wanita yang ditahan di Yordania, yakni Sajida al-Rishawi. Bila tidak, maka Goto dan Muath akan segera dieksekusi. [mel]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sekolah Rakyat dan Investasi Penghapusan Kemiskinan Ekstrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 22:03

Agenda Danantara Berpotensi Bawa Indonesia Menuju Sentralisme

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:45

JMSI Siap Perkuat Peran Media Daerah Garap Potensi Ekonomi Biru

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:34

PP Himmah Temui Menhut: Para Mafia Hutan Harus Ditindak Tegas!

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:29

Rezim Perdagangan dan Industri Perlu Dirombak

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:15

GMPG Pertanyakan Penanganan Hukum Kasus Pesta Rakyat Garut

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:02

Roy Suryo Ogah Ikuti Langkah Eggi dan Damai Temui Jokowi

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:00

GMNI: Bencana adalah Hasil dari Pilihan Kebijakan

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:42

Pakar Hukum: Korupsi Merusak Demokrasi Hingga Hak Asasi Masyarakat

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:28

DPR Setujui Anggaran 2026 Komnas HAM Rp112 miliar

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:26

Selengkapnya