Berita

dalai lama/net

Dunia

Pekan Depan, Dalai Lama dan Obama Bakal Tampil Bersama di Depan Publik?

SABTU, 31 JANUARI 2015 | 15:07 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Amerika Serikat mengundang pemimpin spiritual Buddha yang diasingkan, Dalai Lama untuk hadir dalam acara National Prayer Breakfast di Washington pekan depan.

Menurut keterangan daru Gedung Putih, Presiden Amerika Serikat, Barack Obama dijadwalkan akan menyampaikan pidatonya dalam acara tersebut.

"Tahun ini, pihak penyelenggaran juga mengundang Dalai Lama," kata juru bicara Dewan Keamanan Nasional Amerika Serikat Bernadette Meehan.


'Seperti yang telah dilakukan di masa lalu, Presiden akan bertemu dengan banyak pemimpin religi lainnya dalam acara tersebut. Namun demikian, kami tidak memiliki jadwal untuk mengelar pertemuan khusus dengan Dalai Lama," sambungnya seperti dimuat Press Tv.

Bila Dalai Lama memenuhi undangan Obama itu, maka acara National Prayer Breakfast pekan depan itu akan menjadi kali pertama di mana Dalai Lama dan Obama tampil bersama di hadapan publik. Sebelum-sebelumnya, pertemuan dengan Dalai Lama selalu dilakukan secara tertutup.

Perlu diketahui, National Prayer Breakfast sendiri merupakan acara yang digelar di Washington pada hari Kamis pertama di bulan Februari setiap tahunnya. Pendiri acara tersebut adalah Abraham Vereide.

Acara yang pertama kali digelar tahun 1950an itu biasanya diisi dengan serangkaian pertemuan serta jamuan makan. Mulanya, acara itu dikenal dengan sebutan Presidential Prayer Breakfast. Namun nama itu diubah menjadi National Prayer Breakfast sejak tahun 1970an.

Acara sarapannya sendiri biasanya dihadiri oleh sekitar 3.500 tamu, termasuk undangan internasional dari sekitar 100 negara. Dengan demikian, acara tersebut sengaja dirancang untuk menjadi forum bagi elit politik, sosial, dan bisnis untuk merakit dan membangun hubungan. [mel]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sekolah Rakyat dan Investasi Penghapusan Kemiskinan Ekstrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 22:03

Agenda Danantara Berpotensi Bawa Indonesia Menuju Sentralisme

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:45

JMSI Siap Perkuat Peran Media Daerah Garap Potensi Ekonomi Biru

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:34

PP Himmah Temui Menhut: Para Mafia Hutan Harus Ditindak Tegas!

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:29

Rezim Perdagangan dan Industri Perlu Dirombak

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:15

GMPG Pertanyakan Penanganan Hukum Kasus Pesta Rakyat Garut

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:02

Roy Suryo Ogah Ikuti Langkah Eggi dan Damai Temui Jokowi

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:00

GMNI: Bencana adalah Hasil dari Pilihan Kebijakan

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:42

Pakar Hukum: Korupsi Merusak Demokrasi Hingga Hak Asasi Masyarakat

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:28

DPR Setujui Anggaran 2026 Komnas HAM Rp112 miliar

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:26

Selengkapnya