. Seluruh elemen pemuda dan mahasiswa menggelar mimbar bebas dalam rangka mengkritisi 100 hari pemerintahan Jokowi-JK.
Aksi yang diprakarsai oleh Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Muhammadiyah (DPP IMM) dan Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) ini digelar di kantor GPII, Jalan Menteng Raya Nomor 58, Jakarta pada Kamis (29/1) sore. Dalam acara ini satu persatu perwakilan organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan yang hadir tampil berorasi.
Dalam orasi mimbar bebasnya, Ketua Umum DPP IMM Beni Pramula menyebut bahwa 100 hari pemerintahan Jokowi-JK dipenuhi dengan tipu-tipu politik, kepastian hukum makin tak menentu dan kisruh antar lembaga tak kunjung terselesaikan.
"Kita (IMM) menilai kepemimpinan Jokowi-JK penuh intrik politik yang membuat kisruh tatanan kebangsaan. Politik tipu-tipu penuh pencitraan ala Jokowi-JK adalah muara segala kekisruhan di negeri ini. Saat ini, kepastian hukum makin tak menentu dan terjadi saling sandra antar lembaga kenegaraan. Jadi kami berpendapat bahwa 100 hari kepemimpinan Jokowi hanya membuat rakyat makin terjerumus dalam ketidakpastian," tegas Beni dengan suara lantang.
Dijabarkan Beni, meski baru 100 hari memimpin, Jokowi-JK telah banyak menelurkan kebijakan yang tidak pro rakyat. Seperti menaikkan harga BBM subsidi pada tanggal 18 November 2014. Celakanya, kenaikan harga BBM ini dilakukan disaat harga minyak dunia sedang turun.
"Tidak hanya itu, kisruh KPK dan Polri disikapi seolah-olah hal ini adalah perkara lumrah dan biasa-biasa saja. Anehnya, di tengah kisruh lembaga hukum itu, Jokowi secara diam-diam memperpanjang kontrak Freeport," sambungnya.
Peserta mimbar bebas bersepakat bahwa 100 hari kepemimpinan Jokowi-JK telah gagal. Untuk itu IMM dan elemen organisasi lain yang hadir dalam acara ini akan melakukan gerakan bersama untuk turun ke jalan mendesak Jokowi-JK mundur.
Selain Beni Pramula, mimbar bebas ini juga diikuti oleh Ketua Umum PP GPII Karman BM, Ketum PP KAMMI Andriyans, Ketum PP HIMMAH Aminullah Siagian, Ketum DPP Gema MA Andi Yudi Hendriawan, Ketum Gemanusa Andra Bani Sagalane, Komandan Korpus Brigade PII Ali Hamzah, Ketum Korps Mahasiswa GPII Mohammad Zulfikar, Ketum PP Komnas Indonesia Suhardin Yoris, Ketum Papernas Mora Harahap, Ketum HMI Cabang Jakarta Pusat & Jakarta Utara
Awaludin, Presidium FAKTA Bram, dan terakhir Ketum HMI Cabang Jaksel Azis Fadirubun.
[rus]