Berita

zulkifli hasan/net

Bantu Atasi Konflik, Zulhas Undang Parlemen Georgia Berkunjung ke MPR

KAMIS, 29 JANUARI 2015 | 13:39 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Georgia telah lama mengalami konflik dengan Rusia. Hubungan diplomatik kedua negara telah putus sejak tahun 2008. Dan saat ini lebih dari 20 persen wilayah Georgia dikuasai oleh Rusia.

Begitu keluhan yang disampaikan Duta Besar Georgia, Zurab Aleksidze, saat bertemu dengan Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan, di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta (Kamis, 29/1).

"Wilayah kami 20 persen dikuasai Rusia, tapi kami masih menjalin hubungan perekonomian dengan Rusia," ujarnya.


Karena itu, Zurab mengatakan pertemuannya dengan Ketua MPR RI bertujuan agar Indonesia mendukung penuh Georgia dan bisa menginformasikan kepada seluruh dunia bahwa Rusia telah melakukan pelanggaran hukum internasional.

Menanggapi hal itu, Zulkifli Hasan menegaskan bahwa bangsa Indonesia dengan bulat mendukung Georgia sebagai negara yang merdeka. Zulkifli akan mengundang pimpinan parlemen Georgia untuk berkunjung ke Indonesia agar bisa lebih detail dalam menyampaikan masalah tersebut.

"Saya akan mengundang pimpinan parlemen agar lebih memahami. Nanti saya buat surat resmi untuk undang parlemen," ujarnya sembari meminta salah satu asisten untuk membuat surat undangan kepada parlemen Georgia.

Zulhas, sapaaan akrabnya, menjelaskan bahwa dirinya memiliki kedekatan dengan pimpinan lembaga tinggi Republik Indonesia, khususnya eksekutif dan legislatif. Diharapkannya, kedekatan itu bisa membantu Georgia dalam menangani konflik.

"Di sini kami dekat semua. Saya dengan presiden, Ketua DPR RI, dan Ketua DPD RI dekat. Kami teman lama dengan presiden. Semua berteman lama sebelum semua menjabat. Jadi mudah-mudahan kalau ada masalah apapun kami akan bisa membantu," tandasnya. [ald]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

JK Bukan Pelaku Penista Agama

Rabu, 22 April 2026 | 04:11

Gaya Koruptor Sorong Beda dengan Indonesia Barat

Rabu, 22 April 2026 | 03:37

GoSend Rilis Fitur Kode Terima Paket

Rabu, 22 April 2026 | 03:13

Disita Aset Rp2 Miliar dari Safe Deposit Box Pejabat Bea Cukai

Rabu, 22 April 2026 | 03:00

Rano Tekankan Integritas CPNS Menuju Jakarta Kota Global

Rabu, 22 April 2026 | 02:24

Pegawai BUMN Dituntut Tangkal Narasi Negatif terhadap Pemerintah

Rabu, 22 April 2026 | 02:09

Ibrahim Arief Merasa Jadi Kambing Hitam Kasus Chromebook

Rabu, 22 April 2026 | 02:00

Keluarga Nadiem Adukan Dugaan Kejanggalan Kasus Chromebook ke DPR

Rabu, 22 April 2026 | 01:22

Fahira Idris: Perempuan Jadi Tumpuan Indonesia Maju 2045

Rabu, 22 April 2026 | 01:07

Dony Oskaria: Swasembada Pangan Nyata Bukan Hoaks

Rabu, 22 April 2026 | 01:03

Selengkapnya