Berita

luhut panjaitan/net

Politik

Buat Apa Ada Luhut Panjaitan, Jika Semua Masalah Bisa Diatasi Presiden

RABU, 28 JANUARI 2015 | 10:57 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Lembaga Unit Kerja Presiden di bawah Kepala Staf Kepresidenan Luhut Panjaitan adalah pihak yang paling bertanggung jawab atas konflik antara KPK dan Polri yang belakangan terjadi.

Begitu kata relawan pemenangan Jokowi-JK, Ahmad Hardi dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan di Jakarta, sesaat lalu (Rabu, 28/1).

Dikatakan Hardi, sebagai orang yang membawahi lembaga setingkat menteri yang bertugas memberikan informasi-informasi strategis kepada presiden, Luhut dinilai gagal dalam membantu presiden untuk merancang komunikasi-komunikasi politik antar lembaga, terutama juga ke publik, serta membantu presiden untuk mengidentifikasi isu-isu strategis yang mungkin akan bergerak di depan.


"Jika tidak bekerja optimal, baiknya keberadaan Kepala Staf Kepresidenan dievaluasi saja," ujarnya.

Menurut aktivis 98 ini akibat konflik antar dua lembaga penegak hukum tersebut pada akhirnya Presiden Jokowi lah yang menjadi sasaran tembak oleh para lawan politiknya dan mendapat persepsi negatif dari masyarakat.

"Buat apa ada Kepala Staf Kepresidenan bila semua masalah akhirnya diselesaikan oleh Presiden," lanjut Hardi.

Hardi lantas mengapresiasi pembentukan tim independen yang akan menengahi konflik KPK-Polri, namun tim yang disebut juga sebagai tim 7 itu tak perlu dibentuk andai Kepala Staf Kepresidenan menjalankan tugasnya.

"Pembentukan tim 7 sebagai tim klarifikasi kasus adalah langkah yang baik. Namun jika kepala staf kepresidenan mampu membangun komunikasi antar institusi dan maksimal melakukan langkah-langkah preventif, maka tak perlu dibentuk tim 7," tandasnya.[wid]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

JK Bukan Pelaku Penista Agama

Rabu, 22 April 2026 | 04:11

Gaya Koruptor Sorong Beda dengan Indonesia Barat

Rabu, 22 April 2026 | 03:37

GoSend Rilis Fitur Kode Terima Paket

Rabu, 22 April 2026 | 03:13

Disita Aset Rp2 Miliar dari Safe Deposit Box Pejabat Bea Cukai

Rabu, 22 April 2026 | 03:00

Rano Tekankan Integritas CPNS Menuju Jakarta Kota Global

Rabu, 22 April 2026 | 02:24

Pegawai BUMN Dituntut Tangkal Narasi Negatif terhadap Pemerintah

Rabu, 22 April 2026 | 02:09

Ibrahim Arief Merasa Jadi Kambing Hitam Kasus Chromebook

Rabu, 22 April 2026 | 02:00

Keluarga Nadiem Adukan Dugaan Kejanggalan Kasus Chromebook ke DPR

Rabu, 22 April 2026 | 01:22

Fahira Idris: Perempuan Jadi Tumpuan Indonesia Maju 2045

Rabu, 22 April 2026 | 01:07

Dony Oskaria: Swasembada Pangan Nyata Bukan Hoaks

Rabu, 22 April 2026 | 01:03

Selengkapnya