Berita

ilustrasi/net

Politik

Ini Pesan Ketua DPR untuk Polisi yang Tangani Kasus Pimpinan KPK

SELASA, 27 JANUARI 2015 | 13:16 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus diterpa badai menyusul pelaporan masyarakat ke kepolisian terhadap empat orang pimpinan KPK yang tersisa.

Masing-masing mereka dilaporkan atas kasus yang berbeda-beda. Abraham Samad dilaporkan pelanggaran UU KPK, Adnan Pandu Praja dilaporkan kasus penipuan  dan pemalsuan surat notaris terkait saham perusahaan, dan Bambang Widjojanto yang dilaporkan atas kasus kesaksian palsu dalam sidang sengketa Pilkada Kotawaringin Barat tahun 2010.

Untuk mencegah ketegangan lebih tinggi dengan lembaga Polri, Ketua DPR RI, Setya Novanto, mengharapkan agar pihak Kepolisian bisa menangani laporan masyarakat yang masuk itu secara bijaksana agar tidak memunculkan tendensi politik. Terlebih, kedua institusi sama-sama bergerak di jalur penegakan hukum.


"Saya harapkan Kepolisian tangani secara arif, tidak ada hal-hal berbau politik. Saya yakin Kepolisian akan menghadapi ini secara profesional," kata Setya saat ditemui di gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, (Selasa, 27/1).

Lebih lanjut, Wakil Ketua Umum Golkar ini mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mengeluarkan asumsi-asumsi tak berdasar yang memperkeruh suasana. Dia meminta agar proses itu berjalan sesuai dengan prosedur yang ada.

"Jalani sebaik-baiknya. Jangan menuduh terlebih dahulu tapi lihat substansi dari yang mengadukan, kan belum tentu benar juga yang dilaporkan," tandasnya. [ald]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

JK Bukan Pelaku Penista Agama

Rabu, 22 April 2026 | 04:11

Gaya Koruptor Sorong Beda dengan Indonesia Barat

Rabu, 22 April 2026 | 03:37

GoSend Rilis Fitur Kode Terima Paket

Rabu, 22 April 2026 | 03:13

Disita Aset Rp2 Miliar dari Safe Deposit Box Pejabat Bea Cukai

Rabu, 22 April 2026 | 03:00

Rano Tekankan Integritas CPNS Menuju Jakarta Kota Global

Rabu, 22 April 2026 | 02:24

Pegawai BUMN Dituntut Tangkal Narasi Negatif terhadap Pemerintah

Rabu, 22 April 2026 | 02:09

Ibrahim Arief Merasa Jadi Kambing Hitam Kasus Chromebook

Rabu, 22 April 2026 | 02:00

Keluarga Nadiem Adukan Dugaan Kejanggalan Kasus Chromebook ke DPR

Rabu, 22 April 2026 | 01:22

Fahira Idris: Perempuan Jadi Tumpuan Indonesia Maju 2045

Rabu, 22 April 2026 | 01:07

Dony Oskaria: Swasembada Pangan Nyata Bukan Hoaks

Rabu, 22 April 2026 | 01:03

Selengkapnya