Berita

Susi Pudjiastuti/net

Politik

Susi: Tidak Perlu Impor, Petani Garam Indonesia Bisa Penuhi Kebutuhan Nasional

SENIN, 26 JANUARI 2015 | 13:54 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Tidak tertutup kemungkinan profesi petani yang merupakan kultur budaya bangsa segera hilang lantaran kapitalisme terus menggerus.

Begitu jawaban Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, menanggapi masukan beberapa pihak yang meminta agar petani garam di Indonesia dialihkan menjadi lebih produktif, dengan alasan tingginya impor garam yang harganya tak beda jauh dengan produk lokal.

"Kalau kita hanya berpikir kapitalisasi, semua hanya untung dan rugi. Tidak boleh lagi negara hanya memikirkan itu. Seharusnya berperan menjadi pelestari budaya bangsa. Saya pikir itu yang benar," kata Menteri Susi dalam penjelasan di Rapat Kerja di gedung DPR, Senayan, Jakarta (Senin, 26/1).


Susi mengatakan bahwa masuknya impor garam ke Indonesia secara tidak langsung telah mematikan petani garam di Indonesia. Bahkan, dari impor garam tersebut hanya segelintir pengusaha yang meraup keuntungan.

"KKP (Kementerian Kelautan dan Perikanan) itu punya petani garam. Impor tidak perlu, kalau petani kita itu bisa, kita mengusulkan kepada Kemendag dan Kemenperin untuk lebih mengutamakan petani nasional," tambahnya.

Kata Susi, petani garam Indonesia memiliki potensi untuk memenuhi kebutuhan garam nasional. Ia berjanji, pemerintah akan memberikan fasilitas teknologi agar standar garam nasional sama dengan yang dibutuhkan.

"Kita perlu perbaiki kualitasnya dan memajukan teknologi garam nasional agar standar sama dengan standar internasional" ucapnya. [ald]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

JK Bukan Pelaku Penista Agama

Rabu, 22 April 2026 | 04:11

Gaya Koruptor Sorong Beda dengan Indonesia Barat

Rabu, 22 April 2026 | 03:37

GoSend Rilis Fitur Kode Terima Paket

Rabu, 22 April 2026 | 03:13

Disita Aset Rp2 Miliar dari Safe Deposit Box Pejabat Bea Cukai

Rabu, 22 April 2026 | 03:00

Rano Tekankan Integritas CPNS Menuju Jakarta Kota Global

Rabu, 22 April 2026 | 02:24

Pegawai BUMN Dituntut Tangkal Narasi Negatif terhadap Pemerintah

Rabu, 22 April 2026 | 02:09

Ibrahim Arief Merasa Jadi Kambing Hitam Kasus Chromebook

Rabu, 22 April 2026 | 02:00

Keluarga Nadiem Adukan Dugaan Kejanggalan Kasus Chromebook ke DPR

Rabu, 22 April 2026 | 01:22

Fahira Idris: Perempuan Jadi Tumpuan Indonesia Maju 2045

Rabu, 22 April 2026 | 01:07

Dony Oskaria: Swasembada Pangan Nyata Bukan Hoaks

Rabu, 22 April 2026 | 01:03

Selengkapnya