Berita

tb hasanuddin/net

Politik

TB Hasanuddin: Dalam Situasi Ini Harus Ada Solusi yang Utamakan Kepentingan Nasional

MINGGU, 25 JANUARI 2015 | 11:58 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Melihat situasi tidak harmonis antara lembaga penegak hukum akhir-akhir ini, diperlukan jalan keluar yang menyelamatkan agenda prioritas nasional, yaitu pemberantasan korupsi.

Demikian dikatakan politisi PDI Perjuangan, Mayjen (Purn) TB Hasanuddin, kepada Kantor Berita Politik , beberapa saat lalu ( Minggu, 25/1)

Politisi yang akrab disapa Kang TB ini menilai, situasi tidak harmonis antara KPK dan Polri sudah membahayakan integritas dan kohesi nasional karena melibatkan emosi masyarakat. Karena itu dia mengimbau semua elemen masyarakat memiliki kesabaran revolusioner dalam masa-masa genting ini.


"Dalam situasi yang kian runyam ini diperlukan keputusan yang barangkali tidak disukai satu pihak, tetapi bisa mengeluarkan kita dari keadaan darurat. Perlu solusi kebangsaan," ujar TB Hasanuddin.

Menurutnya, kali ini perkara Budi Gunawan dan Bambang Widjojanto yang jadi akar masalah ketegangan antar lembaga negara. Akar masalah ini tidak bisa hanya diselesaikan dengan cara prosedural hukum.

"Saya memandang penegakan hukum tidak bisa lepas dari etika moral," tegas mantan sekretaris militer presiden ini.

Penegakan hukum yang berjalan selama ini, lanjut Kang TB, hanya mementingkan asas legal formal tetapi kurang mempertimbangkan etika. Hal inilah yang menyebabkan lahirnya polemik pelantikan Budi Gunawan dan penetapan tersangka atas Bambang Widjojanto.

"Sulit dikatakan bahwa kasus mereka ini murni penegakan hukum. Karena itu harus segera dihentikan menggunakan solusi yang mungkin tidak disukai semua pihak," terangnya.

Karena terjebak dalam situasi yang menyulitkan, ia meminta presiden mengambil jalan keluar yang mengacu pada kepentingan nasional yaitu agenda pemberantasan korupsi.

Kang TB yakin Presiden Joko Widodo akan berani mengambil risiko politik apapun untuk mengeluarkan bangsa dari keadaan darurat.

"Kalau pun harus ambil keputusan di luar hukum, tentu saja itu demi kepentingan lebih besar yang mengacu pada agenda prioritas pemberantasan korupsi. Semua harus loyal pada putusan presiden," tegasnya.

Dan dia mengingatkan, setelah keluarnya "keputusan luar biasa yang diambil dalam keadaan terpaksa" oleh presiden, langkah selanjutnya adalah pembenahan dalam bidang penegakan hukum. Misalnya, jangan ada lagi proses hukum yang berlarut-larut terhadap seorang tersangka. Karena hal inilah yang membuat penegakan hukum dicurigai berbau kepentingan politik.

"Semua harus menahan diri. Kita perlu solusi. Mau sama-sama terjebak dalam lubang dalam ini, atau mulai ada yang berkorban agar semua bisa selamat dan melanjutkan perjalanan bangsa ini ke arah lebih baik. Inilah solusi kebangsaan dalam pemikiran saya," tutur TB Hasanuddin.[wid]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya