Berita

beni pramula/net

Politik

IMM: Ucapan Jokowi Soal Polri-KPK Bukan Cerminan Kepala Negara

SABTU, 24 JANUARI 2015 | 20:49 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Ketegasan presiden merupakan kunci dalam menengahi konflik Polri dan KPK. Namun sayang, Presiden Jokowi hanya mengeluarkan pernyataan yang menyarankan kedua institusi penegak hukum tersebut untuk bersinergi.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPP IMM) Beni Pramula menilai pernyataan Jokowi itu tidak mencerminkan sikap seorang kepala negara. Pasalnya, tidak ada solusi konkret yang tawarkan dalam statemen mantan gubernur DKI Jakarta itu.

"Tidak ada solusi konkret dan penjelasan eksplisit yang ditawarkan dari pernyataan Presiden Jokowi. Ini jelas tidak mencerminkan pernyataan seorang kepala negara,” ujar Beni kepada Kantor Berita Politik (Sabtu, 24/1).


Beni menilai penetapan tersangka dan penangkapan yang dilakukan oleh Kabareskrim terhadap Wakil Ketua KPK Bambang Wijayanto merupakan bentuk upaya pelemahan dan balas dendam Kepolisian terhadap KPK. Ini mengingat KPK sebelumnya menetapkan Komjen Pol Budi Gunawan sebagai tersangka kasus korupsi, tepat sehari sebelum menjalani uji kelayakan calon Kapolri di Komisi III DPR RI.

"Kedua lembaga negara tersebut memang memiliki kewenangan penegakan hukum di ranahnya masing-masing, tapi sulit kalau untuk dikatakan tidak ada motif politik di dalamnya. Saya masih berpendapat ini bagian dari pelemahan KPK. Tepatnya mengkriminalisasi KPK,"sambungnya.

Lebih lanjut, Beni meminta Presiden Jokowi untuk mundur. Kata dia, pemerintahan Jokowi penuh dengan tipu-tipu dan intrik politik yang tidak sehat. Mantan walikota Solo itu, sambung Beni, selama ini hanya sekadar pencitraan tanpa menyentuh substansi penyelesaian masalah negeri.

"Jokowi mundur saja, tidak kompeten dalam urus negara. Rezim ini harus segera diakhiri," tandasnya dengannada tinggi. [ian]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

JK Bukan Pelaku Penista Agama

Rabu, 22 April 2026 | 04:11

Gaya Koruptor Sorong Beda dengan Indonesia Barat

Rabu, 22 April 2026 | 03:37

GoSend Rilis Fitur Kode Terima Paket

Rabu, 22 April 2026 | 03:13

Disita Aset Rp2 Miliar dari Safe Deposit Box Pejabat Bea Cukai

Rabu, 22 April 2026 | 03:00

Rano Tekankan Integritas CPNS Menuju Jakarta Kota Global

Rabu, 22 April 2026 | 02:24

Pegawai BUMN Dituntut Tangkal Narasi Negatif terhadap Pemerintah

Rabu, 22 April 2026 | 02:09

Ibrahim Arief Merasa Jadi Kambing Hitam Kasus Chromebook

Rabu, 22 April 2026 | 02:00

Keluarga Nadiem Adukan Dugaan Kejanggalan Kasus Chromebook ke DPR

Rabu, 22 April 2026 | 01:22

Fahira Idris: Perempuan Jadi Tumpuan Indonesia Maju 2045

Rabu, 22 April 2026 | 01:07

Dony Oskaria: Swasembada Pangan Nyata Bukan Hoaks

Rabu, 22 April 2026 | 01:03

Selengkapnya