Berita

Fahmi Habsyi/net

Politik

Pusaka Trisakti Minta Surya Paloh Ajari Menteri Tedjo

SABTU, 24 JANUARI 2015 | 17:16 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Pernyataan Menkopolhukam Tedjo Edhy Purdijatno yang menyindir KPK bersikap kekanak-kanakan disesalkan sejumlah pihak, termasuk lembaga think-thank penyokong kabinet Jokowi-JK Pusat Kajian Trisakti (Pusaka Trisakti)

"Jokowi-JK sedang dalam ujian besar menyikapi dan mencari solusi konstruktif konflik KPK dan Polri agar publik dan stakeholder tetap situasi kondusif dan tidak terpancing tindakan-tindakan yang merugikan pemerintahan Jokowi-JK.  Acuan kita menyelamatkan Nawacita maka menyelamatkan Polri dan KPK adalah prioritas . Ingat soal KPK vs Polri ini tetap kalah jadi abu menang jadi arang," ujar Direktur Pusaka Trisakti Fahmi Habsyi menanggapi sikap Menteri Tedjo itu saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL di Jakarta, Sabtu (24/1) .

Fahmi mengingatkan kejadian-kejadian ini tidak berdiri sendiri dari urutan waktunya. Tanpa disadari masuk dalam giringan operasi intelejen sistematis dari 'sekelompok elit' yang sedang "testing the water" ketahanan pemerintahan Jokowi-JK. Namun ia tidak bisa memastikan apakah ini disadari atau tidak oleh elit-elit pendukung Jokowi-JK maupun petinggi KPK dan petinggi Polri.


Lebih lanjut, Fahmi meminta kepada Ketua Umum Nasdem Surya Paloh untuk bisa mengingatkan sikap Menteri Tedjo, mengingat Tedjo adalah menteri pilihan Nasdem. Surya Paloh juga diharapkan mampu memberi masukan kepada Menteri Tedjo untuk menyelesaikan konflik ini, bukan justru mengeluarkan pernyataan yang memperkeruh keadaan.

"Kepada Bang Paloh saya mengharapkan komitmennya terhadap kelangsungan pemerintahan Jokowi-JK untuk membantu mengingatkan Menkopolhukam agar bisa menjadi 'brandweer' (pemadam kebakaran) saat ini," ujar Fahmi.

"Sebagai pemerintah,kitalah yang harus mengayomi, menengahi dan "berkepala dingin" ketika semua sedang "panas" baik rakyat, Polri, KPK maupun elit pendukung. Itu yang diperlukan Mas Joko dan Daeng Ucu saat ini dan yang diharapkan ketika menunjuknya jadi Menko," tandasnya. [ian]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

JK Bukan Pelaku Penista Agama

Rabu, 22 April 2026 | 04:11

Gaya Koruptor Sorong Beda dengan Indonesia Barat

Rabu, 22 April 2026 | 03:37

GoSend Rilis Fitur Kode Terima Paket

Rabu, 22 April 2026 | 03:13

Disita Aset Rp2 Miliar dari Safe Deposit Box Pejabat Bea Cukai

Rabu, 22 April 2026 | 03:00

Rano Tekankan Integritas CPNS Menuju Jakarta Kota Global

Rabu, 22 April 2026 | 02:24

Pegawai BUMN Dituntut Tangkal Narasi Negatif terhadap Pemerintah

Rabu, 22 April 2026 | 02:09

Ibrahim Arief Merasa Jadi Kambing Hitam Kasus Chromebook

Rabu, 22 April 2026 | 02:00

Keluarga Nadiem Adukan Dugaan Kejanggalan Kasus Chromebook ke DPR

Rabu, 22 April 2026 | 01:22

Fahira Idris: Perempuan Jadi Tumpuan Indonesia Maju 2045

Rabu, 22 April 2026 | 01:07

Dony Oskaria: Swasembada Pangan Nyata Bukan Hoaks

Rabu, 22 April 2026 | 01:03

Selengkapnya