Berita

drajad wibowo:net

Politik

PAN: Sebaiknya Pimpinan KPK Tidak Kalap!

SABTU, 24 JANUARI 2015 | 15:40 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Pasangan mantan calon bupati Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah Sugianto Sabran-Eko Soemarno sudah bertahun-tahun mencari keadilan usai pasangan ini kalah dalam sengketa Pilkada di Mahkamah Kontitusi pada 2010 lalu. Sehingga sudah sewajarnya kebenaran atas kasus ini bisa diungkap.

Begitu Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Dradjat Hari Wibowo dalam keterangan yang diterima redaksi (Sabtu, 24/1).

"Selalu saya dukung. Saya ingin kebenaran terungkap, keadilan ditegakkan," ujarnya.


Namun begitu Drajad memegang penuh azas praduga tak bersalah. Ia juga enggan menerka adanya keterlibatan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto, yang saat itu menjadi pengacara pasangan Ujang Iskandar-Bambang Purwanto yang menang saat berperkara di MK.

"Tapi kesaksian dan dokumen yang ada di PN Jakpus, ditambah keputusan yang sudah inkracht, tentu menjadi bukti yang sangat kuat," sambungnya.

Fakta hukum saat ini, lanjut Drajad, keputusan MK soal Kobar itu cacat oleh saksi palsu. Sehingga proses di Bareskrim ini bisa menjadi kesempatan bagi Bambang Widjojanto untuk menunjukkan apa yang sebenarnya terjadi.

"Selain itu, jangan lupakan Pangkalan Bun sempat rusuh besar-besaran sebagai efek saksi palsu ini. Jadi saya senang kalau Polri segera melimpahkan kasus ini ke kejaksaan dan segera memroses di pengadilan," pintanya.

Lebih lanjut ia meminta agar pimpinan KPK lain jernih melihat masalah ini. KPK diminta untuk tidak ikut bermain politik dan memainkan emosi massa.

"Saran saya, sebaiknya pimpinan KPK menghormati Keputusan PN Jakpus yang sudah inkracht tersebut. KPK kan wajib menjunjung tinggi hukum, keadilan dan kebenaran. Pelajari baik-baik dokumen PN Jakpus tersebut. Jika KPK "kalap" seperti kemarin, terus apa yang dicari KPK?" sambung Drajad.

"Kita jangan memakai ilmu "pokok e", seolah-olah pimpinan dan pegawai KPK tidak mungkin berbuat salah. Kita harus obyektif dan jujur," tandasnya. [ian]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

JK Bukan Pelaku Penista Agama

Rabu, 22 April 2026 | 04:11

Gaya Koruptor Sorong Beda dengan Indonesia Barat

Rabu, 22 April 2026 | 03:37

GoSend Rilis Fitur Kode Terima Paket

Rabu, 22 April 2026 | 03:13

Disita Aset Rp2 Miliar dari Safe Deposit Box Pejabat Bea Cukai

Rabu, 22 April 2026 | 03:00

Rano Tekankan Integritas CPNS Menuju Jakarta Kota Global

Rabu, 22 April 2026 | 02:24

Pegawai BUMN Dituntut Tangkal Narasi Negatif terhadap Pemerintah

Rabu, 22 April 2026 | 02:09

Ibrahim Arief Merasa Jadi Kambing Hitam Kasus Chromebook

Rabu, 22 April 2026 | 02:00

Keluarga Nadiem Adukan Dugaan Kejanggalan Kasus Chromebook ke DPR

Rabu, 22 April 2026 | 01:22

Fahira Idris: Perempuan Jadi Tumpuan Indonesia Maju 2045

Rabu, 22 April 2026 | 01:07

Dony Oskaria: Swasembada Pangan Nyata Bukan Hoaks

Rabu, 22 April 2026 | 01:03

Selengkapnya