Berita

Shannon Conley/net

Dunia

Mau Nikahi militan ISIS, Wanita Muda Ini Dibui 4 Tahun

SABTU, 24 JANUARI 2015 | 14:02 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Seorang wanita asal Amerika Serikat dijatuhi hukuman selama empat tahun karena mencoba pergi ke Suriah untuk ikut membantu kelompok militan ISIS melancarkan aksinya.

Wanita itu diketahui beranama Shannon Conley berusia 19 tahun. Ia itu hadir dalam singan putusan yang digelar di pengadilan federal Denver pada Jumat (23/1).

Conley sendiri mengaku bersalah atas satu tuduhan konspirasi dengan memberikan dukungan material untuk organisasi teroris asing pada bulan September lalu.


Agen FBI menyebut, Conley berencana menikah sengan seorang pria yang ia temui secara online. Pria asal Tunisia itu diketahui merupakan bagian dari kelompok militan ISIS.

Conley sendiri disebut-sebut telah berulang kali mengatakan kepada pria itu bahwa dirinya hendak berjuang bersamanya dengan memanfaatkan kemampuannya yakni menjadi sebagai perawat.

Setelah akrab secara online, Conley kemudian bergabung dengan sebuah program eksplorasi karir militer Amerika Serikat untuk belajar taktik militer dan kemudian mengajarkannya kepada anggota ISIS.

"Conley menyatakan bahwa dia bergabung dengan US Army Explorers untuk dilatih taktik militer dan senjata api di Amerika Serikat," kata pejabat dalam dokumen pengadilan.

Ia juga mendapat pelatihan sertifikasi keperawatan dan sertifikasi National Rifle Association.

Press TV
memuat, menurut catatan pemerintah Amerika Serikat, setidaknya ada 300 warga negaranya yang bepergian ke Suriah dan Irak untuk bergabung dengan kelompok militan ISIS. Sementara itu, secara keseluruha, ISIS diketahui telah merekrut sekitar 12 ribu militan asing yang berasal dari 81 negara termasuk Amerika Serikat dan negara-negara Eropa. [mel]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Sekolah Rakyat dan Investasi Penghapusan Kemiskinan Ekstrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 22:03

Agenda Danantara Berpotensi Bawa Indonesia Menuju Sentralisme

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:45

JMSI Siap Perkuat Peran Media Daerah Garap Potensi Ekonomi Biru

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:34

PP Himmah Temui Menhut: Para Mafia Hutan Harus Ditindak Tegas!

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:29

Rezim Perdagangan dan Industri Perlu Dirombak

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:15

GMPG Pertanyakan Penanganan Hukum Kasus Pesta Rakyat Garut

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:02

Roy Suryo Ogah Ikuti Langkah Eggi dan Damai Temui Jokowi

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:00

GMNI: Bencana adalah Hasil dari Pilihan Kebijakan

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:42

Pakar Hukum: Korupsi Merusak Demokrasi Hingga Hak Asasi Masyarakat

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:28

DPR Setujui Anggaran 2026 Komnas HAM Rp112 miliar

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:26

Selengkapnya