Berita

foto: net

Dunia

Protes Sampul Charlie Hebdo, Ratusan Muslim Turun ke Jalan Sydney

SABTU, 24 JANUARI 2015 | 12:43 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Ratusan umat muslim di Sydney Australia turun ke jalan pada Jumat malam (23/1) demi memprotes sampul depan majalah satiris Charlie Hebdo terbaru yang menunjukkan karikatur Nabi Muhammad.

Ada sekitar 800 orang yang berasal dari Lakemba Sydney itu membentangkan sejumlah poster dengan slogan "Je suis Muslim" yang artinya adalah "Saya Muslim".

Slogan itu sebenarnya merupakan bentuk sindiran dari edisi terbaru Charlie Hebdo yang menunjukkan sampul depan karikatur Nabi Muhammad yang terlihat menangis sambil memegang tanda bertuliskan "Je suis Charlie".


Perlu diketahui, edisi itu merupakan kali pertama majalah terbit setelaha aksi penyerangan yang terjadi di kantor redaksi Charlie Hebdo pada 7 Januari lalu di mana 12 orang tewas.

Penyelanggara aksi menyebut, aksi unjuk rasa bertajuk "Our Prophet, Our Honor" itu dimaksudkan untuk menunjukkan respon perdamaian atas citra negatif yang dibuat oleh Charlie Hebdo terkait Nabi Muhammad.

Pemimpin Muslim Sufyan Badar yang ikut dalam aksi bahkan menyebut bahwa unjuk rasa dilakukan untuk mendukung Charlie Hebdo menggunakan kebebasan berbicara sebagai tabir asap untuk masalah yang mendasar.

"Pada kenyataanya, kebebasan berbicara adalah satu dari banyak alat politik yang digunakan untuk mempertahan dominasi atau kaum Musli," kata Badar seperti dimuat Associated Press.

Dalam aksi tersebut, pihak kepoliasan sempat mengamankan 14 orang pengunjuk rasa yang dinilai tidak tertib. Namun demikian tak satu pun dari mereka yang dijebloskan ke jeruji besi. [mel]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Sekolah Rakyat dan Investasi Penghapusan Kemiskinan Ekstrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 22:03

Agenda Danantara Berpotensi Bawa Indonesia Menuju Sentralisme

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:45

JMSI Siap Perkuat Peran Media Daerah Garap Potensi Ekonomi Biru

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:34

PP Himmah Temui Menhut: Para Mafia Hutan Harus Ditindak Tegas!

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:29

Rezim Perdagangan dan Industri Perlu Dirombak

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:15

GMPG Pertanyakan Penanganan Hukum Kasus Pesta Rakyat Garut

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:02

Roy Suryo Ogah Ikuti Langkah Eggi dan Damai Temui Jokowi

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:00

GMNI: Bencana adalah Hasil dari Pilihan Kebijakan

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:42

Pakar Hukum: Korupsi Merusak Demokrasi Hingga Hak Asasi Masyarakat

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:28

DPR Setujui Anggaran 2026 Komnas HAM Rp112 miliar

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:26

Selengkapnya