Berita

ilustrasi pengungsi darfur/net

Dunia

Sepanjang 2014, 3 Ribu Desa di Darfur Rata dengan Tanah

SABTU, 24 JANUARI 2015 | 12:21 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Lebih dari tiga ribu desa telah rata dengan tanah akibat konflik mematikan yang terjadi di Darfur, Sudan pada tahun 2014 lalu.

Menurut laporan terbaru yang dirilis PBB pada Jumat (23/10), desa-desa tersebut hancur dalam serangan yang menargetkaan warga sipil. Hancurnya desa memaksa ratusan ribu penduduki sipil mengungsi dari tempat tinggal mereka sepanjang tahun lalu.

Press TV
memuat, Sudan diketahui merupakan negara yang tidak ramah terhadap penilaian PBB. Pasalnya, pada akhir tahun lalu, tepatnya tanggal 26 Desember, Sudan telah mengusir dua orang pejabat tinggi PBB.


Kedua pejabat tinggi PBB yang diusir adalah Resident and Humanitarian Coordinator at the United Nations Development Program (UNDP) Ali al-Za’tari dan UNDP’s Country Director Yvonne Helle.

Menurut keterangan dari Kementerian Luar Negeris Sudan (Jumat, 22/1), mereka diusir karena dinilai telah melakukan penghinaan kepada pemerintah Sudan.

Pemerintah Sudan juga menyerukan kepada badan dunia untuk bisa menghormati kedaulatannya.

Pemerintah Sudan sendiri diketahui kerap berselisih dengan misi gabungan PP-Uni Afrika di Darfur yang dikenal sebagai UNAMID. Perintah Sudan telah menutup kantor HAM UNAMID di ibukota, Khartoum, dan meminta misi untuk mempersiapkan rencana keluar.

Menurut laporan resmi, 61 penjaga perdamaian telah tewas sejak awal misi UNAMID di Darfur pada tahun 2007.

Darfur diketahui telah menjadi ajang kekerasan sejak tahun 2003, ketika pemberontak mengangkat senjata melawan pemerintah di Khartoum. Ada juga pertempuran suku di wilayah tersebut. [mel]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Sekolah Rakyat dan Investasi Penghapusan Kemiskinan Ekstrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 22:03

Agenda Danantara Berpotensi Bawa Indonesia Menuju Sentralisme

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:45

JMSI Siap Perkuat Peran Media Daerah Garap Potensi Ekonomi Biru

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:34

PP Himmah Temui Menhut: Para Mafia Hutan Harus Ditindak Tegas!

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:29

Rezim Perdagangan dan Industri Perlu Dirombak

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:15

GMPG Pertanyakan Penanganan Hukum Kasus Pesta Rakyat Garut

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:02

Roy Suryo Ogah Ikuti Langkah Eggi dan Damai Temui Jokowi

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:00

GMNI: Bencana adalah Hasil dari Pilihan Kebijakan

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:42

Pakar Hukum: Korupsi Merusak Demokrasi Hingga Hak Asasi Masyarakat

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:28

DPR Setujui Anggaran 2026 Komnas HAM Rp112 miliar

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:26

Selengkapnya