Berita

Junko Ishido/reuters

Dunia

Jelang Batas Waktu 72 Jam, Ibunda Jurnalis Jepang Minta Anaknya Bisa Bebas

JUMAT, 23 JANUARI 2015 | 14:07 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Ibu dari salah seorang jurnalis Jepang yang ditahan oleh kelompok militan ISIS, Junko Ishido meminta agar sang anak segera dibebaskan.

"Anak saya, Kenji bukanlah musuh masyarakat dari kelompok Islam. Saya hanya bisa berdoa sebagai ibu untuk pembebasannya," kata Ishido sambil menahan air matanya dalam konferensi pers di Jepang pada Jumat (23/1).

"Bila saya bisa menawarkan hidup saya, saya akan membela agar anak sata bisa dibebaskan. Itu akan menjadi pengorbanan kecil bagi saya," sambungnya.


Pernyataannya itu dikeluarkan di tengah batas waktu yang hampir habis dari ISIS yang menuntut agar pemerintah Jepang memberikan tebusan sebesar 200 dolar AS bagi dua warga negaranya yang menjadi tawanan dan diancam akan dibunuh. Ancaman itu dikeluarkan dalam sebuah video yang menunjukkan kedua tawanan dan seorang militan ISIS yang menyampaikan pesan ancaman. Video itu sendiri dirilis pada Selasa (20/1) dan ISIS memberikan batas waktu 72 jam untuk pemberian tebusan.

Sementara itu belum ada kepastian apakah Jepang akan memberikan tebusan tersebut. Namun demikian, Kepala Sekretaris Kabinet Jepang  Yoshihide Suga menyebut bahwa keadaan saat ini tengah kritis dan pihaknya masih berupaya membebasan kedua tawanan itu.

"Pemerintah terus bekerja bersama-sama untuk mengumpulkan informasi dan membuat setiap usaha untuk pembebasan mereka," tandasnya seperti dimuat Reuters. [mel]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sekolah Rakyat dan Investasi Penghapusan Kemiskinan Ekstrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 22:03

Agenda Danantara Berpotensi Bawa Indonesia Menuju Sentralisme

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:45

JMSI Siap Perkuat Peran Media Daerah Garap Potensi Ekonomi Biru

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:34

PP Himmah Temui Menhut: Para Mafia Hutan Harus Ditindak Tegas!

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:29

Rezim Perdagangan dan Industri Perlu Dirombak

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:15

GMPG Pertanyakan Penanganan Hukum Kasus Pesta Rakyat Garut

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:02

Roy Suryo Ogah Ikuti Langkah Eggi dan Damai Temui Jokowi

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:00

GMNI: Bencana adalah Hasil dari Pilihan Kebijakan

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:42

Pakar Hukum: Korupsi Merusak Demokrasi Hingga Hak Asasi Masyarakat

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:28

DPR Setujui Anggaran 2026 Komnas HAM Rp112 miliar

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:26

Selengkapnya