Berita

Politik

JUMAT KERAMAT

Bila Presiden Keliru, Demokrat akan Berdiri Bersama Rakyat

JUMAT, 23 JANUARI 2015 | 11:29 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Partai Demokrat mendesak Presiden Joko Widodo (Jokowi) segera memanggil Wakapolri dan Kabareskrim untuk menjelaskan penangkapan terhadap Bambang Widjojanto (BW).

Menurut Ketua Departemen HAM DPP Partai Demokrat, Rachland Nashidik, Wakapolri dan Kabareskrim mesti menjelaskan mengapa penangkapan dilakukan pada saat KPK sedang memproses sangkaan hukum kepada Kapolri yang belum dilantik, Komjen Budi Gunawan. (Baca: Mabes Polri: Benar, Bambang Widjojanto Ditangkap untuk Kasus Pilkada)

"Presiden tidak boleh menjadi faktor penyebab krisis politik dengan diam dan berpangku tangan lebih lama," tegas mantan aktivis hak asasi manusia ini.


Partai Demokrat meminta semua pihak untuk menahan diri, mengedepankan akal sehat, dan memberi kesempatan kepada Presiden Jokowi untuk bertindak menyelesaikan perkara ini di sisi kebenaran dan keadilan.

"Namun bila Presiden mengambil jalan yang keliru, Partai Demokrat berada di sisi rakyat untuk melakukan rektifikasi (koreksi) yang diperlukan," tegasnya. [ald]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya