Berita

megawati

Sudah Bubarkan KPKPN, Hancurkan Polri Sekarang Mega Mau Lemahkan KPK

JUMAT, 23 JANUARI 2015 | 02:43 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Jika benar PDI Perjuangan menemui Abraham Samad pada masa kampanye Pilpres  2014,  menjadi bukti bahwa PDIP sedang membangun kekuatan untuk memperlemah KPK.

"Jika kita lihat ke belakang, maka sebenarnya PDIP tidak nyaman dengan keberadaan lembaga KPK ini. Buktinya antara lain saat KPK memanggil Megawati Soekarnoputri untuk diperiksa KPK sebagai saksi bagi 12 kader PDIP yang diperiksa KPK karena kasus Travel Cheque. Megawati dan DPP PDIP menolak hadir ke KPK," ungkap Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI), Petrus Selestinus, dalam keterangan persnya, Kamis (22/1).

Ia mengatakan, Komisi Pengawas Kekayaan Penyelenggara Negara (KPKPN) sebagai lembaga pencegah korupsi dibubarkan oleh Megawati Soekarnoputri sebelum akhir masa jabatan sebagai presiden pada tahun 2004. Kini, menurut dia, Abraham Samad dan Bambang Widjojanto menjadi target pelemahan KPK.


PDIP pun turut menghancurkan institusi Polri, terbukti dengan menyeret Komjen Budi Gunawan menjadi Timses Jokowi-JK dalam Pilpres. Bahkan politisi PDIP, Trimedya Panjaitan, mengakui bahwa visi misi Jokowi bidang Pertahanan dan Keamanan dikonsep oleh Komjen Budi Gunawan. Padahal, Undang-Undang Kepolisian melarang keras anggota Kepolisian turut serta dalam politik praktis.

"Manuver PDIP telah membawa korban dimana Komjen Budi Gunawan pada akhirnya harus mengalami nasib tidak dilantik menjadi Kapolri, sementara PDIP masih berusaha memaksakan kehendak agar Presiden Jokowi tetap melantik setelah Komjen Budi Gunawan meski berstatus tersangka," jelasnya

Sekarang Abraham Samad dan Bambang Widjojanto akan dikorbankan PDIP dengan manuver tidak elok, membuka borok adanya pertemuan  yang sudah pasti bersifat rahasia.

"Posisi Abraham Samad di sini adalah korban dari nafsu ingin berkuasa PDIP setelah 10 tahun berpuasa," jelas Petrus.

Menurutnya, Komjen Budi Gunawan seolah "diperjuangkan" dengan mengorbankan Polri, KPK dan Presiden Jokowi. Dia tegaskan, dugaan aliran dana di antara Komjen Budi Gunawan dengan PDIP mesti ditelusuri KPK.

"Memalukan dan terhina karena memaksakan pelantikan Komjen  Budi Gunawan, padahal yang punya hak prerogatif untuk mengangkat Kapolri adalah Presiden Jokowi, bukan Ketua Umum PDIP. Sebuah sikap kekanak-kanakan gaya penagih utang," pungkas Petrus. [zul]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

KPK Temukan Dokumen Pengurusan Perkara Lain di Rumah Ayah Iptu Setya Budi Dias

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:18

UPDATE

Harga Minyak Dunia Merangkak Naik ke 93 Dolar AS

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:17

TransNusa dan Tourism Malaysia Ajak Media Eksplorasi Penang, Perlis hingga Langkawi

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:57

Rupiah Perpanjang Tren Positif di Jumat Pagi

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:51

Strategi Mendapatkan Libur Panjang Saat Peringatan Maulid Nabi 2026

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:46

OTT Rektor Unsoed, KPK Tangkap 14 Orang dan Amankan Uang Ratusan Juta

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:35

IHSG Naik ke 6.526,30, Saham Mayoritas Menguat

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:20

Salah Paham tentang Kembali ke UUD 1945

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:06

Kebutuhan Pangan Pengungsi NTT Dipastikan Terpenuhi, Stok Beras 39 Ribu Ton

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:00

Bursa Asia Merah Tergusur Sentimen Wall Street

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:58

Terjaring OTT KPK, Rektor Unsoed Diduga Terkait Korupsi PMB

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:49

Selengkapnya