Berita

Politik

Daripada Hancurkan KPK, Lebih Baik PDIP Tarik Dukungannya ke Jokowi

KAMIS, 22 JANUARI 2015 | 15:11 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Semua pihak diminta untuk tidak mendelegitimasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena hari ini KPK adalah institusi yang sangat cekatan dalam menangkap para koruptor.

Permintaan itu secara khusus diarahkan ke PDIP. Partai banteng gemuk itu diharap tidak menyangkutkan persoalan Komjen Budi Gunawan ditetapkan sebagai tersangka korupsi dengan lobi-lobi Abraham Samad untuk menawarkan diri jadi calon wakil presiden bagi Joko Widodo (Jokowi) pada Pilpres 2014.

"Kasus Budi Gunawan itu murni dugaan tindak pidana gratifikasi oleh pejabat negara dan sebaiknya PDIP tidak menghancurkan KPK serta mengadu domba Polri-KPK," kata Ketua DPP Partai Gerindra, FX. Arief Poyuono, menanggapi jumpa pers pelaksana tugas Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, siang tadi di Posko Cemara, Jakarta.


Dalam konferensi pers tadi siang, Hasto membocorkan pertemuan-pertemuan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad dengan elite PDIP dan Partai Nasdem saat jelang Pilpres 2014 silam..

Menurut Arief, adalah lebih baik bagi PDIP yang mendukung penuh pencalonan Budi Gunawan sebagai Kapolri untuk mendesak Jokowi mengangkat dan melantik Budi Gunawan.

"Dan jika Jokowi menolak (penetapan Budi Gunawan), PDIP tinggal tarik dukunganya ke pemerintahan Jokowi-JK," tutupnya. [ald]

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

KPK Amankan Dokumen dan BBE saat Geledah Kantor Dinas Perkim Pemkot Madiun

Rabu, 28 Januari 2026 | 11:15

UPDATE

Ambang Batas Parlemen Moderat Cukup 2,5 Persen

Senin, 02 Februari 2026 | 20:04

Eks Kepala PPATK: Demutualisasi BEI Kebutuhan Mendesak, Faktor Pertemanan Permudah Penyimpangan

Senin, 02 Februari 2026 | 19:50

Ribuan Warga Kawanua Rayakan Natal dan Tahun Baru dengan Nuansa Budaya

Senin, 02 Februari 2026 | 19:45

Catat! Ini 9 Sasaran Operasi Keselamatan Jaya 2026 dan Besaran Dendanya

Senin, 02 Februari 2026 | 19:45

Prabowo Terima Dirut Garuda dan Petinggi Embraer di Istana, Bahas Apa?

Senin, 02 Februari 2026 | 19:41

Menkeu Purbaya Singgung Saham Gorengan Saat IHSG Anjlok, Apa Itu?

Senin, 02 Februari 2026 | 19:29

Alur Setoran Kades dan Camat ke Sudewo Ditelisik KPK

Senin, 02 Februari 2026 | 19:23

Horor Sejarah Era Jim Crow

Senin, 02 Februari 2026 | 19:14

10 Surat Tanah yang Tidak Berlaku Lagi mulai Februari 2026

Senin, 02 Februari 2026 | 19:12

5 Takjil Khas Daerah Indonesia Paling Legendaris

Senin, 02 Februari 2026 | 18:53

Selengkapnya