Berita

foto: penggalan video yang menunjukkan dua warga negara jepang yang diancam dibunuh/reuters

Dunia

Dua Warganya Terancam Dibunuh ISIS, Ini Sikap Tegas Perdana Menteri Abe

RABU, 21 JANUARI 2015 | 09:35 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe menekankan tidak akan mengubah kebijakan luar negerinya terkait peran Jepang dalam keikutsertaan membangun perdamaian di kawasan Timur Tengah.

Hal itu ditegaskan Abe menyusul video kelompok militan ISIS yang mengancam akan membunuh dua orang warga negara Jepang bila negeri sakura tidak memberikan tebusan sebesar 200 juta dolar dan memberikan dukungan bagi ISIS.

"Kami akan berkoordinasi dengan masyarakat internasional mulai saat ini dan berkontribusi lebih bagi perdamaian dan kesejahteraan kawasan. Kebijakan ini tak tergoyahkan dan kita tidak akan mengubah kebijakan ini," kata Abe seperti dimuat Reuters (Selasa, 20/1).


Ketika ditanya apakah Jepang akan membayar tebusan untuk menyelamatkan kedua sandera, Abe tidak memberikan jawaban pasti.

"Sehubungan dengan kasus ini, kita melampirkan prioritas untuk menyelamatkan jiwa dan mengumpulkan informasi dengan bantuan negara-negara lain," sebutnya.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Jepang telah terlebih dahulu menyebut bahwa pihaknya tengah melakukan pengecekkan soal keaslian video tersebut sebelum akhirnya mengambil kebijakan. [mel]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Sekolah Rakyat dan Investasi Penghapusan Kemiskinan Ekstrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 22:03

Agenda Danantara Berpotensi Bawa Indonesia Menuju Sentralisme

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:45

JMSI Siap Perkuat Peran Media Daerah Garap Potensi Ekonomi Biru

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:34

PP Himmah Temui Menhut: Para Mafia Hutan Harus Ditindak Tegas!

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:29

Rezim Perdagangan dan Industri Perlu Dirombak

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:15

GMPG Pertanyakan Penanganan Hukum Kasus Pesta Rakyat Garut

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:02

Roy Suryo Ogah Ikuti Langkah Eggi dan Damai Temui Jokowi

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:00

GMNI: Bencana adalah Hasil dari Pilihan Kebijakan

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:42

Pakar Hukum: Korupsi Merusak Demokrasi Hingga Hak Asasi Masyarakat

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:28

DPR Setujui Anggaran 2026 Komnas HAM Rp112 miliar

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:26

Selengkapnya