Berita

Politik

Apa Untungnya Harga BBM Diturunkan

SENIN, 19 JANUARI 2015 | 18:14 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Kebijakan pemerintah pusat kembali menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi hingga ke level Rp 6.400 dinilai hanya bersifat sesaat dan tidak mengubah kebutuhan dasar rakyat. Hal ini mengingat pasar dunia juga tidak menentu.

Harga sejumlah kebutuhan dasar seperti sembako maupun tarif angkutan umum, dan lain-lain tetap tidak berubah.

"Untuk itu, kita rakyat Indonesia seharusnya mendesak  pemerintahan Jokowi-Jk melalui menteri perdagangan, menteri perhubungan dan menteri terkait lainnya untuk segera menurunkan seluruh harga kebutuhan sembilan bahan pokok dan ongkos angkutan umum," tegas Jami Kuna selaku staf Departemen Koran dan Bacaan Eksekutif Nasional Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi melalui rilis tertulis, petang ini (Senin, 19/1).


Sebab, dari pantauan LMN di beberapa daerah, menurut Jami, pemerintah setempat terkesan masa bodoh. Padahal kontrol dari pemerintah penting dalam rangka menstabilkan harga-harga kebutuhan pokok yang kian tak terjangkau saat ini.

"Rakyat harus mendorong sekuat mungkin, agar pemerintah yang ada dapat menjalankan fungsi sesuai dengan amanat UUD 45 dan Pancasila," desaknya.[wid]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

UPDATE

Rano: Pendidikan Harus Memerdekakan Manusia

Jumat, 08 Mei 2026 | 00:05

Car Free Day di Rasuna Said Digelar Perdana 10 Mei

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:34

Kasus Pemukulan Waketum PSI Bro Ron Berujung Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:12

Kali Kukuba di Halmahera Timur Diduga Tercemar Limbah PT FHT

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:00

Pemerintah Bebaskan Pajak Restrukturisasi BUMN

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:39

Negara Disebut Kehilangan Ratusan Triliun dari Bisnis Sawit

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:15

Akper Husada Naik Kelas Jadi STIKES

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:06

Dugaan Jual Beli Jabatan Pemkab Cianjur Bisa Rusak Meritokrasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 21:27

DPR Usul 1 Puskesmas Punya 1 Psikolog

Kamis, 07 Mei 2026 | 21:04

New Media Merasa Dicatut, DPR Minta Bakom Lebih Hati-hati

Kamis, 07 Mei 2026 | 20:50

Selengkapnya